DELI SERDANG, PILAR MERDEKA – PesantrenĀ Al Mansuriah, yang terletak di Jalan Pendidikan 1, Sei Rotan, No. 20, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, adalah sebuah lembaga pendidikan yang berfokus pada pengembangan spiritual dan intelektual anak-anak.
Pesantren Al Mansuriah didirikan oleh Drs. H. Mansur Nasution (60 tahun) pada tahun 2018, awalnya didirikan di Kota Medan, tepatnya di Jalan Merdeka, Pulau Brayan Kota. Kemudian 2022, pindah ke lokasi yang lebih luas di Jalan Pendidikan 1, Sei Rotan, Percut Sei Tuan.
Saat masih berlokasi di Pulau Brayan, pesantren memiliki sekitar 45 santri. Lokasi tersebut berbentuk ruko dan fokus pada program Tahfidz Qur’an. Artinya santrinya yang telah tamat pesantren atau tamat Aliyah sederajat. Pada saat itu, pesantren Al Mansuriah tidak menyelenggarakan sekolah formal, melainkan hanya fokus pada program Tahfidz Qur’an.
Kemudian awal Januari 2022, pindah ke Jalan Pendidikan 1, Sei Rotan. Sekarang kita, kata Buya begitu para santri memanggil Drs. H. Mansur Nasution, sudah buka kelas Tsanawiyah, Aliyah dan sederajat, kemudian buka juga khusus tahfidznya.

“Alhamdulillah santri yang sudah selesai sekarang dari pesantren ini akan mendapat 2 ijazah formal yaitu ijazah Tahfidz dan Tsanawiyah sederajat dan Aliyah,” jelas Buya Mansur kepada Pilar Merdeka.Com, Sabtu (05/07) di Pesantren Al Mansuriah atau di kediamannya.
Untuk kurikulum, jelasnya lagi di pesantren Al Mansuriah 65 % untuk Tahfidz Qu’ran, dan 35% materi umum seperti matematika, bahasa Inggris, dan lain-lain. Selain itu ada juga Mualim (guru) yang membahas kitab kuning. Pengajar di pesantren ini ada 6 orang, 3 pengajar laki laki atau Ustadz dan 3 pengajar wanita atau Ustadzah.
“Insyaallah pesantren kita sudah mulai berkembang, awalnya santrinya hanya 5 orang, bahkan 3 orang, Alhamdulillah sekarang santrinya sudah berjumlah 62 orang, termasuk kelas Tsanawiyah dan Aliya,” kata Buya Mansur.
Progam
Progam di pesantren Al Mansuriah memiliki visi menciptakan para santri berakhlak mulia dan menjadi Ahlil Qur’an, dalam artian kita targetkan Insyaallah 2 tahun belajar di pesantren ini selesai 30 juz, dan umumnya para santri bisa.
Selain itu, pesantren ini juga memiliki program mengirimkan santri yang berprestasi sesuai target ke perguruan tinggi di Timur Tengah atau di Indonesia melalui jalur beasiswa, kita ada kerja sama, di 5 Negara, seperti Maroko, Madinah, begitu juga di Indonesia di UCA (Universitas Cendikia Abditama) di Tangerang.
“Nanti selesai dari belajar di pesantren Al Mansuriah ini bisa di kirim ke Universitas Tangerang dan Timur Tengah, jika anak bapak ada yang sudah hapal minimal 10 juz, Insyaallah bisa kita kirim kuliah dengan biaya beasiswa tetapi bagi orang tuanya kurang mampu,” ujar Pemimpin pesantren Al Mansuriah itu.

Motivasi
Kata Buya Mansur Nasution, kenapa sampai mendirikan pesantren? karena waktu saya jalan-jalan ke Malaysia tahun 2017, bertemu dengan teman dan kebetulan dia membuka rumah Tahfidz Qur’an lalu disarankannya agar membuka di Kota Medan.
Ternyata saran teman yang bertemu di Malaysia itu menjadi motivasi. Setahun kemudian 2018 saya mendirikan pesantren, ujar Buya Mansur. dengan latar belakang pendidikan yang sangat mendukung.
“Saya dari Pesantren Mustafawiyah Purba Baru yang berada di Mandailing Natal (Madina) dan belajar selama 7 tahun setelah tamat SD. Setelah itu, melanjutkan studi ke Medan di Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara, Fakultas Syari’ah Perbandingan Mashab,” ujarnya lagi.
Selain itu, ada pesan dari salah satu guru saat di pesantren yang mengatakan, “Kalau kamu mau merantau, carilah kehidupan yang bisa membantu orang dengan ilmu kamu dan bisa untuk akhirat.” mengingat itu menguatkan saya. “Rasa inilah yang cocok untuk mewujudkan untuk mendirikan Tahfizd, apalagi umur saya sudah sampai kepala 6,” ungkap Buya Mansur.
Menurut saya, kata Buya Mansur mendirikan pesantren ini adalah keputusan yang tepat karena membuka pesantren tidak semata-mata bisnis, makanya orang yang kurang mampu pun bisa memeiliki kesempatan belajar disini. Bahkan sampai saat ini ada yang belajar gratis karena orang tuanya tidak mampu dan ada juga anak yatim. .
Informasi

Pesantren Al Mansuriah memiliki beberapa fasilitas untuk kegiatan belajar mengajar, ada ruang kelas dan ruang asrama, tipe ruang kelasnya ada ber-AC dan kipas angin. Begitu juga ruang asrama, kamarnya ada yang ber-AC dan kipas angin, itu tergantung kebutuhan santrinya, ada juga Musholla dan fasilitas lainnya.
Santrinya ada yang mondok dan ada juga yang pulang hari. Yang pulang hari untuk kawasan sekitar Sei Rotan, Percut sei tuan kita berikan akses itu tetapi yang diutamakan santri yang mondok.
Pesantren Al Mansuriah terbuka untuk seluruh Indonesia, ada yang dari Batam, ada yang dari Mandailing Natal, Aceh. “Promosi pesantren ini sebelumnya sudah kita masukkan ke media, tapi belakangan ini informasi yang mereka dapat tentang kita hanya dari mulut ke mulut, kemudian ada buat brosur, buat spanduk. Mungkin dari situ informasinya, sehingga yang luar dari Sumatera Utara mendapatkan informasi tentang pesantren ini,” tegas Buya Mansur.
Psantren Al Mansuriah saat ini membutuhkan santri, namun tidak menetapkan biaya yang tinggi. Biaya yang diharapkan hanya sebatas kemampuan infaq untuk biaya belajar. Hal ini kata Buya Mansur sesuai dengan amanah yang saya terima dari tuan guru semasa di pesantren, yaitu “Tidak boleh menghalangi orang yang ingin belajar karena masalah dana bukanlah penentu.”
Ahamdulillah, pesantren Al Mansuriah sudah lumayan lengkap tapi belum sempurna, ujar Buya Mansur, karena sebagian tanah yayasan pesantren ini masih ada yang belum terlunaskan. “Jika saudara-ri atau bapak-ibu mana tahu ingin berinfaq atau berwaqaf bisa ke rekening yayasan pesantren dengan menghubungi ke nomor handphone kami di 0852-7739-3089,” ujar Buya Mansur.Ā
Kemudian, harapan saya para santri dapat belajar dengan serius dan sesuai dengan program yang telah ditetapkan. Dan berharap orang tua santri dapat memotivasi anak-anak mereka untuk belajar dengan giat dan mencapai target yang telah ditentukan.
Tujuan utama kami adalah menciptakan anak-anak yang sholeh, yang dapat berguna bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat. Ilmu yang diperoleh di pesantren ini diharapkan dapat bermanfaat bagi masa depannya, baik kebutuhan dunia maupun di akhirat.
Profil Pribadi
Pemimpin atau Pendiri Pesantren Al Mansuriah adalah Drs. H. Mansur Nasution, berasal dari Desa Tanjung, Kecamatan Penyabungan Timur, Kabupaten Mandailing Natal. Saya memiliki satu anak bernama Nur Adilah. Istri saya, Dra. Hj. Masrifa Lubis, juga berasal dari Mandailing Natal dan merupakan alumni UIN Padang Sidempuan. Kami berasal dari satu kampung yang sama. Saya sendiri menempuh pendidikan tinggi di UIN Sumatera Utara, Fakultas Syari’ah Perbandingan Mashab, dari tahun 1987 hingga 1991. (Monang Sitohang)

