PILAR MERDEKA— Peluang kerja bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Bulgaria mulai terbuka lebih luas, khususnya di sektor hospitality. Hal tersebut mengemuka dalam kegiatan pemetaan dan pengembangan peluang kerja sama penempatan PMI ke Bulgaria yang digelar di LPK Royal Bali College, Sabtu (12/9/2026).
Kegiatan ini mempertemukan unsur pemerintah, lembaga pelatihan, dan pihak industri untuk membahas peluang sekaligus kesiapan sumber daya manusia Bali memasuki pasar kerja internasional.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BP3MI Bali, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Bali, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Gianyar, perwakilan OPUS Management, Direktur ISS, Founder LPK Royal Bali College, serta 100 peserta pelatihan LPK.
Salah satu momentum penting dalam kegiatan tersebut adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Wave Hotel Bulgaria dengan Royal Bali College. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam membuka peluang kerja bagi lulusan LPK Royal Bali College, khususnya untuk sektor hospitality di Bulgaria.
Tak berhenti pada penandatanganan kerja sama, kegiatan dilanjutkan dengan Meet and Greet antara perwakilan Wave Hotel Bulgaria dan siswa LPK Royal Bali College.
Dalam pertemuan tersebut, para siswa mendapatkan kesempatan untuk mengenal secara langsung peluang kerja di Bulgaria. Mereka juga memperoleh gambaran mengenai kebutuhan industri, kompetensi yang diperlukan, serta standar kerja yang harus dipenuhi untuk dapat memasuki industri hospitality di negara tersebut.
Founder LPK Royal Bali College, I Putu Alit Budi Sastrawan dan I Gede Sumitra Adnyana, menyampaikan harapan agar peluang kerja internasional, khususnya ke Bulgaria, dapat terus berkembang.
Terbukanya akses kerja ke luar negeri diharapkan tidak hanya menjadi salah satu upaya untuk mengurangi pengangguran di dalam negeri, tetapi juga memberikan ruang bagi PMI untuk mengembangkan karier dan kompetensi di dunia industri internasional.
Lebih dari sekadar menjadi tenaga kerja, PMI juga diharapkan dapat membawa pulang pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan yang diperoleh selama bekerja di luar negeri. Bekal tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan industri ketika PMI kembali ke Indonesia.
Dengan demikian, PMI diharapkan dapat mengambil peran sebagai “agent of change”, baik di dunia industri internasional maupun nasional.
Tekankan Proses Aman dan Kompetensi
Sementara itu, Kepala BP3MI Bali Muhammad Iqbal menekankan pentingnya bagi calon PMI untuk memahami seluruh proses dan skema bekerja di luar negeri secara aman dan sesuai prosedur.
Ia juga memberikan apresiasi kepada LPK Royal Bali College yang telah berupaya mempersiapkan calon PMI melalui peningkatan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja internasional.
“Kami sangat mengapresiasi LPK Royal Bali College yang telah mempersiapkan calon Pekerja Migran Indonesia dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia industri. Peluang kerja seperti ini harus kita manfaatkan dengan baik, tetapi tentunya harus dibarengi dengan kesiapan keterampilan, kemampuan bahasa, serta pemahaman mengenai prosedur penempatan yang aman dan resmi,” ujar Muhammad Iqbal.
Menurut Muhammad Iqbal, peluang kerja internasional harus diikuti dengan kesiapan calon PMI, baik dari sisi keterampilan maupun kemampuan bahasa. Pemahaman terhadap prosedur penempatan yang aman dan resmi juga menjadi bagian penting sebelum calon PMI berangkat bekerja ke luar negeri.
SMK Go Global hingga 2029
Dalam kesempatan tersebut, Muhammad Iqbal juga memperkenalkan program SMK Go Global yang diselenggarakan oleh Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Program ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas dan kesiapan sumber daya manusia yang akan memasuki pasar kerja internasional.
SMK Go Global akan dilaksanakan dalam tiga tahun ke depan hingga 2029, dengan pelatihan yang mencakup bidang hospitality dan bahasa.
“Untuk tiga tahun ke depan sampai dengan 2029, KP2MI juga memiliki program SMK Go Global yang memberikan pelatihan di bidang hospitality dan bahasa. Kami mengajak para siswa di sini yang memiliki rencana untuk bekerja ke luar negeri agar dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan upskilling sebelum berangkat, sehingga ketika masuk ke dunia industri internasional mereka sudah memiliki bekal yang lebih kuat,” tambah Muhammad Iqbal.
Pembukaan peluang kerja ke Bulgaria tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses kerja internasional bagi calon PMI sekaligus memperkuat kesiapan tenaga kerja melalui peningkatan kompetensi.
Sinergi antara pemerintah, lembaga pelatihan, dan industri diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga peluang penempatan PMI ke luar negeri dapat berjalan secara aman, prosedural, dan sesuai dengan kebutuhan pasar kerja internasional. (*/di)

