BerandaEkonomiOpung Halimah, Penjual Keripik yang Tak Kenal Usia

Opung Halimah, Penjual Keripik yang Tak Kenal Usia

MEDAN, PILAR MERDEKA – Usia opung Halimah tak muda lagi. Umur opung Halimah sudah mencapai 79 tahun. Kendati demikian, opung Halimah masih setia dan gesit menekuni profesinya sebagai penjual keripik ubi sambal, keripik pisang, keripik peyek, kacang tojin perbungkus dan kertas tisu.

Tempat mangkal opung Halimah berjualan di seputaran Jalan Raden Saleh, Jalan Balai Kota, dekat lapangan Merdeka, Kota Medan.

Bagi kalangan pegawai Bank Mandiri, pekerja toko alat kesehatan (Alkes) di Jalan Raden Saleh, petugas kebersihan Kota Medan, sosok opung Halimah cukup dikenal.

Opung Halimah selalu familiar, ramah dan akrab dengan semua kalangan. Sehingga hari demi hari pelanggannya pun semakin bertambah.

Sebagai penjual keripik. Opung Halimah senantiasa membawa keranjang  kecil yang digantung di bahu. Keranjang kecil itu ditenteng guna membawa  barang dagangannya untuk ditawarkan ke pembeli. Opung Halimah berjualan berbagai jenis keripik selalu berpenampilan rapi dan mengenakan jilbab.

“Saya berjualan keripik karena ingin mandiri. Jualan keripik supaya ada kesibukan. Jualan keripik untuk menambah penghasilan,”ujar opung Halimah, Rabu (16/4/2025).

Opung Halimah berjualan keripik memiliki jadwal khusus. Di pagi hari, di sebelum hari menjelang siang opung Halimah tiba di lokasi jualan. Bila hari telah senja. Pada Pukul 17. 30 WIB, jadwal  opung Halimah untuk pulang ke rumahnya di kawasan Dusun 11, Pasar 12, Desa Sei Rotan, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Dari Jalan Raden Saleh, opung Halimah pulang ke rumah dengan menaiki angkot. Terkadang naik becak mesin.

Opung Halimah punya anak kandung sebanyak lima orang. Ke semua anak kandung opung Halimah telah berumahtangga. Cucu opung Halimah berjumlah 12 orang. Namun, fisik opung Halimah masih prima untuk berjualan keripik.

BACA JUGA  Melalui Pelatihan Diharapkan Mitra Binaan Tangguh dan Mandiri

“Jualan keripik kegiatan kita sehari-hari. Agar kita selalu sehat,”ujar opung Halimah sembari menjelaskan keripik yang dijualnya dengan harga Rp 6000/bungkus dan kacang tojin Rp 1000/bungkus.

Opung Halimah tampak serius menekuni profesinya sebagai penjual keripik. Pelanggan opung Halimah pun setiap hari kian bertambah.

Di usinya yang sudah semakin tua, di sela-sela kesibukan berjualan keripik. Opung Halimah senantiasa sholat di Musholla yang ada di kantor dekat lokasi berjualan. Opung Halimah senantiasa berdoa dan bersyukur agar diberikan kesehatan oleh Allah SWT. (Fajaruddin Adam Batubara)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH