BerandaPariwisataMenyusuri Kesunyian Sungai Citiis, 'Surga' Mini di Kaki Gunung Salak

Menyusuri Kesunyian Sungai Citiis, ‘Surga’ Mini di Kaki Gunung Salak

BOGOR, PILAR MERDEKA – Suara gemericik air terdengar lembut, berpadu dengan kicau burung dari kejauhan. Angin pegunungan yang sejuk menyentuh kulit, membawa aroma dedaunan basah. Di depan mata, air jernih mengalir di sela-sela batu besar, sesekali memantulkan cahaya matahari yang menembus celah pepohonan. Suasana pagi di Sungai Citiis, layak ‘surga’ mini/kecil yang tersembunyi di kaki Gunung Salak, Kabupaten Bogor.

Sungai Citiis terletak di Desa Sukamantri, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. Meski luasnya tak seberapa—hanya sekitar 30 meter persegi—pesonanya tak bisa diremehkan. Kawasan ini termasuk dalam Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS), yang terkenal dengan hutan tropisnya yang rimbun dan udara segarnya. Bagi yang ingin menepi dari kebisingan kota tanpa keluar banyak biaya, tempat ini seperti oase yang menenangkan.

Pagi itu, aliran airnya cukup deras. Batu-batu besar yang berlumut menjadi pijakan alami bagi pengunjung yang ingin merendam kaki. “Kalau lagi musim hujan, derasnya bisa bikin suasana dramatis banget. Tapi pas kemarau, airnya surut dan lebih tenang,” ujar Nuaeni (28), pengunjung asal Palasari Cijeruk Kabupaten Bogor yang sibuk memotret sahabatnya di pinggir sungai.

Panorama alamnya sederhana tapi menawan. Air jernih, bebatuan besar, dan udara sejuk membuat siapa saja betah berlama-lama. Tidak heran jika banyak pengunjung datang hanya untuk hunting foto alam yang instagramable.

Sungai
Jalan berbatu menuju Sungai Citiis. (Foto. Pilar Merdeka)

Wisata Gratis yang Ramah Kantong

Sungai Citiis bukan hanya indah, tapi juga bersahabat untuk kantong tipis. Tidak ada tiket masuk. Pengunjung cukup membayar Rp 5.000 untuk parkir motor, sementara mobil tidak diperbolehkan masuk demi menjaga kelestarian. Jika ingin berganti pakaian setelah bermain air, ada ruang ganti sederhana dengan tarif Rp 2.000 saja.

BACA JUGA  Sandiaga Uno: Pantai Kawasan Publik, Patuhi Aturan Garis Pantai

“Kami kelola sendiri, belum ada pihak luar. Tujuannya supaya tempat ini tetap alami dan bisa dinikmati siapa saja,”jelas Cecep (40), pedagang yang setiap hari berjualan mie instan dan minuman hangat di sekitar sungai.

Berwisata di Sungai Citiis juga berarti siap bertemu “tuan rumah” lain, yaitu monyet ekor panjang. Puluhan primata ini bebas berkeliaran di pepohonan. Kadang mereka turun mendekati pengunjung, sekadar berharap mendapat camilan.

“Selama ini aman-aman saja. Mereka cuma iseng, belum pernah ada yang digigit,”ujar Cecep sambil tersenyum. Meski begitu, wisatawan disarankan tidak memberi makan sembarangan agar satwa liar ini tetap nyaman di habitatnya.

Rute Perjalanan dari Kota Bogor
Dari pusat Kota Bogor, perjalanan menuju Sungai Citiis dapat ditempuh dalam waktu relatif singkat:

Sungai
Monyet ekor panjang berkeliaran membuat pengunjung was-was. (Foto. Pilar Merdeka)

Menggunakan Sepeda Motor
Waktu tempuh sekitar 45–60 menit tergantung kepadatan lalu lintas. Rutenya: Kota Bogor, Jalan Raya Ciapus, Kecamatan Tamansari, Desa Sukamantri, area parkir Sungai Citiis. Setelah tiba di area parkir, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 5–10 menit menyusuri jalan setapak menuju sungai.

Menggunakan Mobil
Waktu tempuh sekitar 45 -60 menit tergantung kepadatan lalu lintas. Mobil hanya bisa sampai area parkir luar , kemudian perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 10–20 menit ke lokasi sungai. Hal ini dilakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan karena jalur menuju sungai sempit dan berbatu.

Sepanjang perjalanan, wisatawan akan disuguhi pemandangan hutan kecil, dan udara sejuk pegunungan, yang membuat perjalanan terasa menyenangkan.

Ramai di Akhir Pekan
Sungai Citiis buka setiap hari hingga pukul 17.30 WIB, tapi puncak kunjungan terjadi saat akhir pekan. Warga lokal dan wisatawan luar kota berdatangan untuk bermain air, berfoto, atau sekadar menikmati kesunyian pegunungan.

BACA JUGA  Desa Tuktuk Siadong "Rumah" Bagi Wisman

Sungai Citiis membuktikan bahwa keindahan alam tidak selalu membutuhkan tiket mahal atau perjalanan jauh. Cukup membawa hati yang ingin tenang dan mata yang siap menangkap keindahan sederhana, maka pengalaman di sini akan membekas lama.

Tips Perjalanan ke Sungai Citiis

Bagi yang ingin merasakan ketenangan alam Sungai Citiis, berikut beberapa tips agar perjalanan lebih nyaman dan menyenangkan:

1. Gunakan Kendaraan Pribadi atau Ojek Lokal

Akses menuju Desa Sukamantri belum dilalui transportasi umum reguler. Sepeda motor lebih disarankan karena jalan menuju lokasi cukup sempit dan menanjak. Jika membawa mobil, parkirkan di area luar desa sesuai arahan warga.

2. Datang Lebih Pagi

Suasana pagi lebih sejuk dan tenang, cocok untuk menikmati panorama tanpa keramaian. Selain itu, air sungai lebih jernih dan bebas dari antrean di area bermain air.

3. Pakai Sandal atau Sepatu Anti Selip

Area sekitar sungai berbatu dan bisa licin, terutama saat musim hujan. Maka gunakan sandal gunung atau sepatu anti selip akan membuat perjalanan lebih aman.

4. Bawa Bekal Secukupnya

Tersedia warung sederhana di lokasi, tapi pilihannya terbatas. Maka bawa air minum dan camilan sendiri, namun jangan lupa bawa pulang sampah untuk menjaga kebersihan.

5. Siap Bertemu Monyet Ekor Panjang

Jangan panik jika monyet mendekat. Simpan makanan di tas agar tidak diambil. Kemudian hindari memberi makan satwa liar agar mereka tetap alami.

6. Hindari Musim Hujan Lebat

Saat hujan deras, aliran sungai bisa menjadi deras dan membahayakan. Sedangkan pada saat musim kemarau adalah waktu terbaik untuk bermain air dan bersantai di bebatuan.

Dengan rute yang mudah diakses, biaya murah meriah, dan keindahan yang menenangkan, Sungai Citiis layak masuk daftar destinasi wisata alam favorit di Bogor bagi siapa saja yang ingin sejenak melupakan hiruk pikuk kota. (Agus Oyenk)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH