MEDAN, PILAR MERDEKA – Malam pergantian Tahun Baru Jalan Pagaruyung di Kota Medan jadi padat merayap. Kawasan kuliner Pagaruyung di Jalan Pagaruyung, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, dipadati pengunjung sejak malam hari.
Pantauan awak media Pilar Merdeka.Com pada Rabu malam, (31/12), Jam 21.30 WIB, menunjukkan arus pengunjung datang tanpa henti. Warga dari berbagai kelurahan di Kota Medan memadati kawasan ini untuk menikmati sajian kuliner khas yang telah lama dikenal.
Deretan meja dan kursi di sejumlah stan kuliner nyaris tak tersisa. Pengunjung memenuhi Kerang Rebus Bang Edy, Nasi Goreng Wak Gemuk, Cafe Nabila, Sahara Indian Food, Tiara Cafe, hingga Mie Rebus Yani. Suasana hangat terasa di tengah hiruk-pikuk malam pergantian tahun.
Sahara Indian Food menjadi salah satu pusat keramaian. Pengunjung silih berganti memesan martabak Mesir, roti jala ayam dan kambing, roti cane, serta aneka jus. Antrean tampak terus mengular, menandakan tingginya minat warga.
Kemeriahan Malam Tahun Baru Medan berlanjut di Jalan K.H. Zainul Arifin, kawasan Little India. Pada pukul 22.00 WIB, arus kendaraan roda dua dan roda empat terlihat padat dan bergerak perlahan.
Di sepanjang jalan, pedagang kaki lima kembang api diserbu warga. Pembeli datang berbondong-bondong, memilih berbagai jenis kembang api untuk merayakan detik-detik pergantian tahun.
Suasana semakin emosional ketika letupan kembang api tembak atas terdengar beruntun. Cahaya warna-warni memancar di langit Jalan K.H. Zainul Arifin, disambut sorak dan decak kagum warga yang menyaksikan.
Hingga pukul 22.30 WIB, warga dari berbagai kelurahan di Kota Medan terus berdatangan. Banyak pengendara memarkir sepeda motor di tepi jalan, duduk santai sambil meniup trompet tahun baru.
Dentuman kembang api dan suara trompet bersahut-sahutan, menciptakan suasana haru dan kegembiraan. Malam Tahun Baru Pagaruyung dan Little India Medan menjadi saksi kebersamaan warga yang merayakan pergantian tahun dengan penuh warna dan emosi. (Fajaruddin Adam Batubara)

