BerandaKulinerKuliner Depok Perpaduan Tiga Khas Daerah

Kuliner Depok Perpaduan Tiga Khas Daerah

PILAR MERDEKA – Kota DepokĀ adalah salah satu daerah penyangga di sebelah barat Ibukota Jakarta. Pada 1999, Depok resmi menjadi Kota otonom, sebelumnya Depok di bawah Pemerintahan Kabupaten Bogor.

Dari cerita penduduk yang sudah turun temurun di Depok, Suku Betawi adalah suku yang dikalim sebagai penduduk asli Depok. Melihat letaknya yang berbatasan langsung dengan Bojong Gede, WilayahĀ Bogor, sangat memungkinkan terjadi perkawinan silang antara penduduk Depok (Betawi) dengan Bogor (Sunda). Begitu juga Banten yang erat hubungan kekerabatannya dengan Bogor dan Depok.

Kekerabatan tiga daerah, Depok, Bogor dan Banten sangat kental di zamannya. Kondisi dan situasi itu telah mempengaruhi sendi-sendi kehidupan sehari-hari di tengah masyarakatnya. Baik, adat istiadat, budaya maupun aneka makanan yang masing-masing punya khas tersendiri.

Seiiring perjalanan waktu, suku-suku lainpun berdatangan ke Kota Depok, Suku Jawa merupakan suku dominan dibandingkan suku pendatang lainnya. Dan satu lagi, suku bangsa yang tak bisa tertinggalkan dari sejarah Depok adalah Tionghoa/Cina dan Belanda, hingga sekarang ada istilah “Belanda Depok”.

Pada April 2025, Kota Depok berusia 26 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, salah satu usaha yang terlihat mencolok di tengah masyarakat Depok adalah kuliner, baik kuliner cepat saji maupun tradisional. Kuliner cepat saji, itu hal biasa dan lebih mudah ditemui dimana-dimana.

Tetapi, kuliner khas lokal belum tentu ada di luar Kota Depok. Contohnya, dodol belimbing, menjadi “oleh-oleh” khas Depok. Kata Soleh (45) warga Kelurahan Tugu, ia tidak tahu persis asal usul dodol belimbing. Mungkin saja karena di Depok berlimpah ruah buah belimbing, seperti di wilayah Tugu sekitarnya. “Sampai ada tugu belimbing,”sebut Soleh, putra asli Betawi Depok, kelahiran Tugu.

BACA JUGA  Bahan Original Pemberi Rasa Khas Toge Madina

Rasanya, manis-manis asem khas dodol belimbing. Di daerah lain kebanyakan rasa dodol manis. Soleh mengaku sudah sangat jarang melihat dodol belimbing. Kalaupun masih ada yang buat, mungkin daerah Sawangan, Limo atau Citayem.

Setelah sempat menghilang, dodol belimbing kembali diproduksi pada tahun 2000 oleh seorang pengusaha yang menggunakan resep warisan lama. Sejak saat itu, dodol belimbing telah kembali dikenal dan menjadi salah satu oleh-oleh khas Depok yang populer.

Selain itu, ada juga kuliner Depok lainnya, seperti Biskuit Temma. Biskuit ini adalah salah satu camilan unik yang berasal dari Depok. Nama “Temma” sendiri adalah singkatan dari tempe dan kurma, yang merupakan bahan utama pembuatan biskuit ini. Berbeda dengan biskuit biasa yang terbuat dari tepung terigu, Biskuit Temma terbuat dari campuran tepung tempe dan selai kurma.

Tekstur luarnya yang kriuk dan bagian dalamnya yang empuk dan manis membuat Biskuit Temma menjadi camilan yang sangat lezat. Selai kurma yang digunakan sebagai isian juga menambahkan rasa manis yang alami.

Depok
Perkedel bakar salah satu makan khas KOta Depok. (Foto. Istimewa)

Kemudian ada perkedel bakar. Ini menjadi salah satu kuliner khas Depok yang memiliki sentuhan unik. Berbeda dengan perkedel biasa yang digoreng, perkedel bakar dibuat dengan cara dipanggang di oven. Bahan utamanya adalah kentang rebus yang ditumbuk, diisi dengan daging cincang, susu, dan beragam rempah.

Proses pembuatannya yang unik membuat perkedel bakar memiliki rasa yang gurih dan creamy. Penggunaan susu dalam adonannya menambahkan rasa yang kaya dan lezat. Selain itu, sentuhan Belanda dalam kuliner ini juga membuat perkedel bakar memiliki cita rasa yang unik dan berbeda dari kuliner lainnya.

Selain kuliner dodol belimbing sebagai khas Depok, ada juga sirup belimbing. Jadi belimbing diolah oleh masyarakat Depok menjadi sirup yang segar dan manis. Sirup belimbing terbuat dari bahan dasar belimbing matang yang diberi tambahan gula, sehingga menciptakan rasa yang unik dan menggugah selera.

BACA JUGA  Kuliner Ayam Penyet Joko Solo 'Laris Manis'

Saat ini, sirup belimbing banyak diproduksi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Depok dan dijual sebagai oleh-oleh. Selain itu, sirup belimbing juga tersedia di sejumlah marketplace.

Jadi saat berkunjung ke suatu daerah, tidak hanya mengeksplorasi tempat wisata yang ada, tetapi juga mencicipi kuliner khas daerah tidak kalah menariknya. Kuliner lokal menjadi salah satu daya tarik yang tidak boleh dilewatkan. Dengan mencoba kuliner khas, pengunjung dapat merasakan keunikan dan kekayaan budaya daerah tersebut. (Roels/Mons)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH