MEDAN, PILAR MERDEKA – KembangĀ api menjadi pemandangan yang tak terpisahkan menjelang pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Kota Medan. Di sepanjang Jalan K.H. Zainul Arifin, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia, suasana malam berubah semarak dengan hadirnya pedagang kaki lima musiman yang menjajakan berbagai jenis kembang api.
Kembang api terlihat dijual di sisi badan jalan hingga trotoar kawasan yang dikenal sebagai Little India Kota Medan. Sedikitnya terdapat tujuh pedagang yang membuka lapak sederhana, memanfaatkan momen akhir tahun untuk mencari rezeki tambahan.
Pantauan awak media Pilar Merdeka.Com pada Senin, (30/12) Jam 21.10 WIB, menunjukkan aktivitas jual beli berlangsung cukup ramai. Kendaraan roda dua dan roda empat tampak melambat, bahkan berhenti sejenak, untuk melihat dan memilih kembang api yang dipajang.
Beragam kembang api ditawarkan kepada pembeli. Mulai dari roman candles, sky rocket, sparkle, kembang api kawat, kembang api bola, petasan, hingga lilin kecil dengan warna-warni cerah. Semua tertata rapi meski hanya beralaskan meja kayu dan terpal.
Suara para pedagang terdengar bersahut-sahutan di tengah lalu lintas malam. āKembang apinya Pak, Ibu. Silakan lihat-lihat, cocok boleh dibeli,ā ujar para pedagang sambil tersenyum, berharap dagangan mereka laku.
Seorang warga setempat, Pak Yusuf, mengungkapkan bahwa kawasan Jalan K.H. Zainul Arifin memang sudah lama dikenal sebagai pusat penjualan kembang api di Medan.
āKalau mau cari kembang api, di sinilah tempatnya. Sudah jadi kebiasaan setiap akhir tahun,ā katanya.
Menurut pengamatan, kembang api yang dijual terbagi dalam beberapa jenis, yakni kembang api udara, kembang api darat, serta kembang api pajangan. Keunikan bentuk dan warna menjadi daya tarik tersendiri bagi pembeli dari berbagai kalangan.
Menjelang sore hingga malam hari, jumlah pembeli terus meningkat. Lapak-lapak sederhana itu menjadi saksi harapan banyak orang yang ingin menyambut tahun baru dengan cahaya dan warna di langit malam.
Di balik gemerlap kembang api, tersimpan cerita perjuangan para pedagang musiman yang mengais rezeki dari keramaian akhir tahun. Jalan K.H. Zainul Arifin malam itu bukan sekadar tempat jual beli, tetapi juga ruang kecil penuh harapan menyambut tahun yang baru. (Fajaruddin Adam Batubara)Ā


