PILAR MERDEKA – Kabar terbaru datang dari bumi Tapal Kuda, Jember. Kota yang sering dijuluki “Kota Karnaval” itu terjadi pergantian komandan Kodim 0824/Jember. Dandim lama, Letkol Arm Indra Andriansyah, G.Dip, M.Han, digantikan Letkol Inf Rifqi Muhammad Syuhada, SIP, MIP.
Penugasan Rifqi menunjukkan komitmen pimpinan TNI-AD terhadap kebutuhan perwira muda berprestasi untuk bertugas di wilayah strategis, seperti Jember. Daerah dengan luas 3,293 km2 ini dikenal sebagai pusat pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan budaya yang potensial di Jawa Timur, khususnya wilayah Tapal Kuda.
Wilayah Tapal Kuda adalah kawasan geografis di ujung timur Provinsi Jawa Timur yang berbentuk melengkung menyerupai tapal kuda. Wilayah ini meliputi Kabupaten Pasuruan, Probolinggo, Lumajang, Jember, Bondowoso, Situbondo, dan Banyuwangi.
“Jember adalah daerah potensial, tetapi juga memiliki sejumlah potensi gangguan yang perlu dicermati,” ujar Rifqi, pria kelahiran Jakarta 42 tahun silam.

Posisinya sebagai Komandan Batalyon Taruna (Danyontar) Madya Mentar Akmil, Magelang, mendekatkan ia pada dunia akademik militer. Karenanya, ketika mendapat penugasan sebagai komandan teritorial di Jember, hal pertama yang ia lakukan adalah melakukan observasi wilayah.
“Tugas pokok kami terutama pada pembinaan teritorial. Intinya, melaksanakan pembinaan potetnsi geografi, demografi, dan kondisi sosial menjadi kekuatan pertahanan darat yang tangguh, guna mendukung tugas pokok Korem dan Kodam,” ujar lulusan AMN 2006 itu.
Di luar itu, Kodim juga melakukan pembinaan kemampuan, kekuatan serta gelar kekuatan TNI-AD untuk menyiapkan wilayah pertahanan di darat dan menjaga keamanan wilayah. “Dalam fungsi koordinasi keamanan, kami turut membantu Polres,” tambah perwira menengah baret merah ini.
Letkol Rifqi menambahkan, di luar potensi yang ada, Jember juga menghadapi beberapa persoalan klasik. Di antaranya tentang alih fungsi lahan pertanian. “Di saat Bapak Presiden menekankan pentingnya ketahanan pangan, maka problem ini perlu perhatian serius,” tutur Rifqi pula.
Selain itu, ia juga menengarai adanya potensi gangguan stabilitas politik lokal. “Saya kira semua daerah memiliki potensi gangguan politik lokal. Ini wajar. Kami akan ikut memperkuat forum komunikasi pimpinan daerah atau Forkopimda agar Jember tetap solid,” tambahnya.
Tampilnya Letkol Rifqi Muhammad Syuhada menjadi Dandim 0824/Jember disambut positif masyarakat. Perwira yang memiliki keseimbangan antara kemampuan lapangan dan akademik ini, dipercaya akan produktif mengemban tugas baru di “Kota Tembakau”.
Rekam jejaknya di korps baret merah juga terbilang gemilang. Saat menjabat sebagai Danyon 31 Grup 3 Kopassus, ia berhasil meraih Piagam Penghargaan dari Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) atas dedikasi dan prestasinya.
Tak hanya moncer di dalam negeri, pengalaman tempur dan diplomasi militer Letkol Rifqi juga mencakup kancah internasional. Ia tercatat pernah mengikuti berbagai latihan bergengsi, mulai dari Latihan Antar Cabang (Ancab), Latihan Gabungan (Latgab), hingga Latihan Bersama (Latma) di Singapura dan Thailand.
Di sisi akademik, Letkol Rifqi menunjukkan komitmen tinggi terhadap pendidikan dengan menyelesaikan studi S2 di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani), Cimahi. Gelar Magister Ilmu Politik (M.I.P) yang disandangnya menjadi modal kuat dalam memahami dinamika sosial dan teritorial di wilayah Jember. (*/Egy Massadiah)

