BerandaKulinerCafe Lada Hitam, Menyajikan Sop Buntut Penggugah Selera

Cafe Lada Hitam, Menyajikan Sop Buntut Penggugah Selera

DELI SERDANG, PILAR MERDEKA – Sop Buntut selalu punya cara sederhana untuk menggugah selera. Berbahan Ekor sapi yang dimasak empuk dengan kuahnya yang gurih dan aroma rempah yang kuat menghadirkan rasa nyaman bagi siapa saja yang menikmatinya.

Sop Buntut di Cafe Lada Hitam, yang berada di Tembung, Jalan Pasar 7, Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, menjadi salah satu pilihan bagi pecinta kuliner berkuah. Hidangan khas Indonesia ini tetap digemari karena proses memasaknya yang lama dan penuh ketelitian, menghasilkan kuah kaldu kaya rasa.

Sore itu, Senin (23/3) sekitar Jam 17.45 WIB, tepat di hari ketiga Lebaran, suasana Cafe Lada Hitam tampak hidup. Area outdoor dengan meja lengkap kursi serta konsep lesehan dipenuhi pengunjung.

Ruang indoor ber-AC juga tak kalah ramai. Angin sepoi-sepoi berhembus pelan, langit masih cerah menjelang magrib, menciptakan suasana santai yang menenangkan.

Sop Buntut
Uda Letman Sitohang saat menikmati sop buntut di Cafe Lada Hitam. (Foto. Pilar Merdeka)

Wawan Sitohang datang bertiga bersama temannya dua dari Martubung. Mereka memilih duduk di area outdoor, tepat di tengah keramaian. Tidak lama, seorang pelayan menghampiri dengan ramah dan menyerahkan daftar menu.

“Bang, ini daftar menu silakan dipilih,” ujar pelayan tersebut.

Pilihan pun jatuh pada sop buntut untuk Letman Sitohang, sementara Wawan dan temannya yang satu lagi memilih ikan bakar gurame. Pelayan itu mengingatkan dengan jujur bahwa menu ikan bakar membutuhkan waktu lebih lama.

Tak lama menunggu, pesanan Sop Buntut datang lebih dulu, lengkap dengan nasi putih dan segelas jus alpukat. Aroma kuahnya langsung tercium, menggoda selera.

“Uda makan saja duluan,” kata Wawan kepada Letman.

Letman pun mulai menikmati hidangan di hadapannya. Dalam mangkuk putih, terlihat tiga potongan daging buntut berukuran cukup besar, ditaburi daun bawang dan seledri yang segar. Ia menambahkan sambal cabai ke dalam kuah, lalu mengaduknya perlahan.

BACA JUGA  Bebek Naser, Sajian "Pemikat" di Kedai Ayah Sunggal
Sop Buntut
Saat menanti pesanan datang, Wawan Sitohang berfoto bersama. (Foto. Pilar Merdeka)

“Lumayan besar potongan dagingnya, hmmm enak sop buntutnya,” ungkap Letman saat suapan pertama.

Sop Buntut itu dinikmati perlahan. Dagingnya terasa lembut saat dikunyah. Kuahnya hangat dan kaya rempah. Di dalamnya juga terdapat potongan kentang, wortel, dan daun sop yang menambah cita rasa.

Obrolan santai mengalir di sela-sela santapan. Suasana sore yang tenang membuat momen makan terasa lebih hangat dan akrab.

Tak lama kemudian, Letman memanggil pelayan.

“Dek, tolong tambah nasi putihnya,” pintanya.

Beberapa saat setelah itu, pesanan ikan bakar gurame milik Wawan akhirnya datang, lengkap dengan nasi dan minuman. Aroma ikan bakar menambah selera makan di meja mereka.

Di tengah aktivitas makan, seorang pelayan laki-laki menghampiri dengan sopan.

“Bang, maaf boleh mengganggu sebentar. Saya mau tanya, bagaimana menurut Abang makanan di Lada Hitam?” ujarnya.

Wawan dan temannya menjawab singkat namun jelas, makanan yang mereka nikmati terasa enak.

Sop Buntut di Cafe Lada Hitam bukan sekadar hidangan. Ia menjadi bagian dari momen kebersamaan, menghadirkan rasa hangat di tengah suasana Lebaran yang penuh makna. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH