BerandaDaerahBentuk Majelis Taklim, Muslim HBB Turut Jaga Kelestarian Adat dan Budaya Batak

Bentuk Majelis Taklim, Muslim HBB Turut Jaga Kelestarian Adat dan Budaya Batak

MEDAN, PILAR MERDEKA – HBB (Horas Bangso Batak) sudah lama dikenal sebagai organisasi masyarakat (ormas) yang mengedepankan kebersamaan dalam keberagaman.

Hal itu tercermin dari seluruh anggota dan pengurusnya, mulai dari DPP, DPD, hingga DPC di tingkat kecamatan dan kelurahan, yang berasal dari berbagai suku dan agama. Dalam beberapa kesempatan, mereka telah menegaskan ikrar untuk menjaga kebersamaan dalam keberagaman tersebut.

Salah satu wujud kebersamaan dalam kemajemukan itu adalah rencana pembentukan Majelis Taklim Zikir HBB. Salah satu misinya adalah turut menjaga dan melestarikan adat serta budaya Batak.

Visi dan Misi

Kepada media ini, salah satu penggerak pembentukan Majelis Taklim Zikir HBB, Maria Monarita Damanik, SKeb, M.Si., menyampaikan visi dan misi mereka.

“Visi Majelis Taklim Zikir HBB adalah terwujudnya komunitas Muslim Batak yang kokoh imannya, luas ilmunya, terjaga adatnya, dan mandiri ekonominya,” kata Mona Damanik, Minggu (11/10/2026).

Sedangkan misinya adalah:

1. Memperkuat keimanan dan ketakwaan anggota melalui pengajian rutin, pembinaan ruhiyah, serta pengamalan ajaran Islam sesuai Ahlusunnah Waljamaah yang berlandaskan Al-Qur’an, Hadits, Ijma’, dan Qiyas, untuk membangun karakter Muslim Batak yang berakhlak mulia.

2. Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran Islam serta pemahaman ilmu umum melalui kajian, seminar, dan pelatihan guna meningkatkan wawasan dan kompetensi anggota demi kemajuan ilmu pengetahuan.

3. Menjaga dan melestarikan adat serta budaya Batak yang berlandaskan nilai-nilai Islam sebagai identitas dan jati diri komunitas dalam kehidupan sosial masyarakat.

4. Mengembangkan ekonomi syariah yang berkelanjutan dan mandiri melalui pembinaan koperasi syariah, pemberdayaan UMKM, dan program usaha berbasis syariah untuk kesejahteraan anggota.

5. Membangun sinergi dan kerja sama dengan instansi pemerintah, organisasi masyarakat, ulama, dan pemangku adat dalam rangka memperkuat Ukhuwah Islamiyah serta kontribusi bersama bagi pembangunan daerah. (Agus Damanik)

BACA JUGA  Senyum Ceria "Terselip Pilu" di Tengah Penyerahan Pesanggrahan Pangururan

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH