MEDAN, PILAR MERDEKA – Becak Siantar kini menyambut setiap wisatawan yang tiba di Airport Kualanamu Internasional (KNIA). Begitu keluar dari pintu kedatangan, di sisi kiri menuju shelter bus dan kereta api bandara, pengunjung langsung melihat sebuah display Becak Siantar yang mencuri perhatian.
Becak Siantar yang dipamerkan bukan becak biasa. Becak ini menggunakan sepeda motor BSA (Birmingham Small Arms), motor legendaris yang menjadi ciri khas transportasi Kota Pematangsiantar. Kehadirannya seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu, ke suasana kota yang sarat sejarah dan kenangan.
Di bagian atas display terlihat tulisan besar berwarna kuning dengan latar hijau bertuliskan “Ayo ke Siantar”. Tepat di bawahnya tertera jelas Pemerintah Kota Pematangsiantar. Pesan ini menjadi ajakan terbuka bagi siapa pun untuk mengenal lebih dekat kota tersebut.
Becak motor BSA Siantar dulunya merupakan alat transportasi utama dan favorit masyarakat lokal. Ikon ini begitu melekat hingga miniatur becak sering dijadikan suvenir khas Pematangsiantar. Kini, ikon itu hadir kembali di ruang publik bandara sebagai simbol kebanggaan daerah.

Di belakang display Becak Siantar, terpampang berbagai gambar dan informasi tentang Kota Pematangsiantar. Visual tersebut menampilkan Wisata Budaya dan Sejarah, Kuliner khas Kota Pematangsiantar, Jelajahi Keseruan Wisata Water Park, serta identitas Siantar Kota Toleransi.
Siantar Kota Toleransi, wisata religi digambarkan melalui keberagaman tempat ibadah. Terlihat foto Masjid Raya Siantar, Gereja GKPS Sudirman, Pohon Natal, Vihara Avalokitesvara, dan Gurudwara Sri Guru Nanak Devji Sahib. Keberagaman suku, agama, dan adat istiadat ditampilkan sebagai kekuatan persatuan kota ini.
Informasi wisata juga ditampilkan secara jelas. Ada Siantar Zoo atau Taman Hewan Pematangsiantar yang berlokasi di Jalan Kapten MH Sitorus, Kecamatan Siantar Barat. Selain itu, ditampilkan pula Museum Simalungun, Balai Kota, Gedung Tourist Information Centre, dan RSUD Djasamen Saragih.
Kuliner khas Siantar turut diperkenalkan. Nama-nama legendaris seperti Toko Roti Ganda, Toko Asli, Toko Sedap, Kopi Kok Tong, hingga wisata arung jeram Bah Bolon menjadi bagian dari cerita visual di balik becak.
Seorang pengunjung Bandara Kualanamu mengaku terkesan dengan display Becak Siantar tersebut. Ia mengatakan becak itu mengingatkan siapa saja yang pernah melihat di Pematangsiantar di masa lalu, terutama sepeda motor BSA yang sudah jarang ditemui.
“Saya tadi juga lihat di display becak Siantar ada informasi tentang Kota Toleransi, budaya, kuliner, dan wisata Siantar. Saya sudah beberapa kali melihat display ini dan tidak pernah bosan. Becaknya unik dipamerkan di Bandara,” ujar perempuan berhijab hitam itu, Senin (5/12).
Becak Siantar di Bandara Kualanamu bukan sekadar pajangan, tetapi juga menjadi pengantar rasa, membuka kenangan, dan menghadirkan keharuan tentang sebuah kota yang kaya sejarah, toleransi, dan identitas budaya. (Monang Sitohang)

