BerandaKuliner8 Kuliner Khas Surabaya, Ada Rujak Cingur hingga Rawon

8 Kuliner Khas Surabaya, Ada Rujak Cingur hingga Rawon

PILAR MERDEKA – Kuliner khas Surabaya bukan sekadar sajian untuk mengisi perut. Di balik setiap hidangan, tersimpan cita rasa, kebiasaan masyarakat, dan kekayaan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas Kota Pahlawan.

Setiap 10 November, perhatian masyarakat Indonesia tertuju pada Surabaya. Kota ini memiliki tempat istimewa dalam sejarah perjuangan bangsa, terutama melalui peristiwa Pertempuran 10 November 1945 yang menjadi salah satu tonggak penting dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Namun, mengenang sejarah Surabaya tidak harus selalu dilakukan dengan mengunjungi bangunan bersejarah atau menelusuri jejak pertempuran. Ada cara lain yang tidak kalah menarik untuk mengenal kota ini, yakni melalui kulinernya.

Bayangkan semangkuk rawon dengan kuah hitam pekat yang masih mengepul. Aroma rempah perlahan tercium, berpadu dengan potongan daging sapi yang empuk. Di tempat lain, sepiring rujak cingur hadir dengan siraman bumbu petis yang kental dan aroma khas yang langsung menggugah selera.

Inilah kekayaan kuliner Surabaya. Setiap makanan memiliki karakter berbeda, mulai dari hidangan berbumbu petis, makanan berbahan sayuran, hingga olahan daging dengan racikan rempah yang kuat.

Momentum Hari Pahlawan menjadi waktu yang tepat untuk mengenal lebih dekat warisan kuliner tersebut. Berikut delapan makanan khas Surabaya yang layak dicicipi ketika berkunjung ke Kota Pahlawan.

1. Rujak Cingur

Berbicara tentang kuliner khas Surabaya tentu belum lengkap tanpa menyebut rujak cingur. Makanan ini menjadi salah satu hidangan yang paling melekat dengan identitas Kota Pahlawan.

Dalam satu porsi rujak cingur, terdapat perpaduan bahan yang cukup beragam. Irisan kangkung, tauge, buah-buahan, tahu, tempe, dan lontong disatukan dengan cingur atau bagian hidung sapi yang telah direbus hingga empuk.

Seluruh bahan kemudian disiram bumbu petis yang diracik bersama kacang, gula merah, dan bahan lainnya.

Ketika bercampur, bumbu tersebut menghadirkan perpaduan rasa gurih, manis, sedikit asam, serta aroma petis yang kuat.

Keunikan rujak cingur terletak pada perpaduan bahan dan bumbunya. Setiap suapan menghadirkan tekstur yang berbeda, mulai dari sayuran yang lembut hingga cingur yang kenyal.

Tidak mengherankan jika rujak cingur menjadi salah satu kuliner yang wajib dikenal wisatawan ketika datang ke Surabaya.

BACA JUGA  Mengenal Jajanan Kue Tradisional Ajo dan Kue Dadar Paling Diminati

2. Lontong Balap

Nama lontong balap sering membuat wisatawan penasaran. Makanan ini bukan hidangan yang berkaitan dengan perlombaan, melainkan kuliner tradisional yang memiliki cerita tersendiri.

Seporsi lontong balap terdiri dari irisan lontong, tauge, tahu goreng, dan lentho berbahan kacang-kacangan. Semua bahan disajikan dengan kuah gurih serta tambahan sambal petis.

Perpaduan bahan sederhana tersebut menghasilkan hidangan yang mengenyangkan dengan cita rasa khas.

Di balik namanya, lontong balap menyimpan cerita tentang kebiasaan pedagang pada zaman dahulu. Mereka berjalan cepat sambil memikul dagangan untuk menjajakan makanan kepada pembeli.

Cara berjalan yang terlihat seperti sedang berlomba atau balapan itulah yang kemudian dikaitkan dengan nama lontong balap.

Nama tersebut akhirnya melekat dan menjadi bagian dari identitas kuliner Surabaya.

3. Sate Klopo

Surabaya juga memiliki sate dengan cita rasa berbeda dari sate yang umumnya dikenal masyarakat, yaitu sate klopo.

Kata klopo berasal dari bahasa Jawa yang berarti kelapa. Sesuai namanya, hidangan ini menggunakan parutan kelapa berbumbu yang dilumurkan pada daging sebelum dibakar.

Saat berada di atas bara api, campuran kelapa dan rempah menghasilkan aroma harum yang menggugah selera.

Daging yang dibakar bersama balutan kelapa tersebut menghadirkan cita rasa gurih yang menjadi ciri khas sate klopo.

Hidangan ini umumnya disajikan bersama bumbu kacang, irisan bawang merah, sambal, dan nasi putih.

Perpaduan rasa daging, kelapa, dan bumbu pendamping membuat sate klopo menjadi salah satu pilihan menarik bagi pencinta kuliner yang ingin mencoba sajian berbeda di Surabaya.

4. Rawon

Bagi pencinta makanan berkuah, rawon merupakan salah satu kuliner yang tidak boleh dilewatkan.

Ciri paling mudah dikenali dari hidangan ini adalah kuahnya yang berwarna hitam pekat. Warna tersebut berasal dari penggunaan kluwek sebagai salah satu bumbu utama.

Di dalam semangkuk rawon terdapat potongan daging sapi yang disajikan bersama nasi putih. Hidangan ini juga dilengkapi tauge pendek, sambal, telur asin, dan kerupuk.

Kuahnya memiliki rasa gurih dengan aroma rempah yang kuat. Ketika disajikan dalam keadaan hangat, rawon menghadirkan sensasi nyaman yang cocok dinikmati sebagai hidangan utama.

Warna kuahnya mungkin terlihat sederhana, tetapi cita rasa yang terkandung di dalamnya membuat rawon memiliki karakter tersendiri.

BACA JUGA  Sinaok, Makanan Ringan Berbahan Original Terlupakan?

Bagi wisatawan yang ingin mengenal kuliner Surabaya melalui hidangan berkuah, rawon layak menjadi salah satu pilihan utama.

5. Tahu Tek

Tidak semua kuliner khas Surabaya harus berupa hidangan besar dengan banyak bahan daging. Tahu tek menjadi bukti bahwa makanan sederhana juga bisa menghadirkan cita rasa yang istimewa.

Satu porsi tahu tek biasanya terdiri dari tahu goreng, kentang, lontong, tauge, dan telur. Seluruh bahan tersebut kemudian disiram bumbu petis yang dicampur dengan kacang.

Sebagai pelengkap, kerupuk ditambahkan untuk memberikan tekstur renyah.

Keistimewaan tahu tek terletak pada perpaduan bumbu petis yang gurih dengan beragam bahan yang memiliki tekstur berbeda.

Nama tahu tek sendiri dipercaya berasal dari bunyi gunting yang digunakan pedagang ketika memotong bahan makanan saat melayani pembeli.

Suara gunting tersebut kemudian menjadi bagian dari cerita di balik penamaan kuliner ini.

Dengan bahan yang sederhana dan cita rasa yang khas, tahu tek cocok dinikmati sebagai santapan siang maupun malam.

6. Semanggi Surabaya

Di antara beragam makanan khas Surabaya, semanggi menjadi salah satu sajian tradisional yang menawarkan pengalaman berbeda.

Makanan ini menggunakan daun semanggi dan tauge yang dikukus. Setelah itu, keduanya disiram saus berbahan ketela rambat, kacang, dan gula merah.

Salah satu ciri khas semanggi Surabaya terletak pada cara penyajiannya. Hidangan ini dilengkapi kerupuk puli berbentuk lebar yang digunakan sebagai pelengkap sekaligus alas untuk menikmati makanan.

Sausnya memiliki perpaduan rasa manis dan gurih yang menyatu dengan aroma khas daun semanggi.

Kesederhanaan bahan dan cara penyajiannya justru menjadi daya tarik tersendiri.

Semanggi Surabaya bukan hanya menawarkan pengalaman mencicipi makanan tradisional, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan kuliner lokal yang menarik untuk terus diperkenalkan kepada generasi muda.

7. Lontong Kupang

Kekayaan kuliner Surabaya juga memperlihatkan pengaruh wilayah pesisir. Salah satu hidangan yang menggambarkan kekayaan tersebut adalah lontong kupang.

Makanan ini menggunakan kupang, yaitu kerang laut berukuran kecil, yang disajikan bersama potongan lontong.

Seluruh bahan kemudian disiram kuah berbumbu petis. Sebagai pelengkap, lontong kupang biasanya disajikan bersama lentho dan sate kerang.

BACA JUGA  Kiat Menggulai Ayam Kampung Terasa Gurih dan Empuk

Cita rasanya gurih dengan sentuhan khas petis yang memberikan karakter kuat pada hidangan.

Bagi wisatawan yang ingin mencoba makanan berbeda dari sajian berbahan daging sapi atau ayam, lontong kupang bisa menjadi pilihan menarik.

Dalam satu porsi, wisatawan dapat menikmati perpaduan lontong, kupang, kuah berbumbu, serta pelengkap yang membuat hidangan ini memiliki ciri khas tersendiri.

8. Tahu Campur

Satu lagi kuliner khas Surabaya yang patut masuk daftar wisata kuliner adalah tahu campur.

Hidangan ini menawarkan kombinasi bahan yang cukup lengkap. Dalam satu porsi terdapat potongan daging sapi, kikil, tahu goreng, perkedel singkong atau lentho, selada, tauge, dan mi kuning.

Semua bahan tersebut disiram kuah kaldu sapi yang diracik dengan bumbu petis.

Perpaduan kuah gurih, aroma petis, dan beragam tekstur bahan menjadikan tahu campur memiliki cita rasa yang khas.

Hidangan ini biasanya disajikan bersama kerupuk dan sambal sebagai pelengkap.

Kehadiran berbagai bahan dalam satu mangkuk membuat tahu campur menjadi sajian yang menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati kekayaan rasa kuliner Surabaya.

Menikmati Kuliner, Cara Lain Mengenang Kota Pahlawan
Surabaya memiliki banyak cerita yang tidak hanya tersimpan dalam catatan sejarah, tetapi juga hadir melalui makanan tradisionalnya.

Rujak cingur, lontong balap, sate klopo, rawon, tahu tek, semanggi, lontong kupang, hingga tahu campur memperlihatkan beragam karakter kuliner yang tumbuh dan dikenal di Kota Pahlawan.

Setiap hidangan menawarkan pengalaman berbeda. Ada yang mengandalkan kekuatan bumbu petis, ada yang menonjolkan aroma rempah, dan ada pula yang mempertahankan kesederhanaan bahan tradisional.

Pada peringatan Hari Pahlawan setiap 10 November, mengenang perjuangan para pahlawan tetap menjadi hal utama. Jasa mereka dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak boleh dilupakan.

Namun, mengenal Surabaya juga dapat dilakukan dengan mengapresiasi kekayaan budaya yang dimiliki masyarakatnya.

Salah satunya melalui kuliner tradisional yang terus dikenal dari generasi ke generasi.

Sebab, di balik setiap sajian khas Surabaya, ada kekayaan cita rasa dan identitas lokal yang layak dijaga. Menikmati kulinernya menjadi salah satu cara sederhana untuk semakin mengenal Kota Pahlawan. (Mons-kemenpar.go.id)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH