BOGOR, PILAR MERDEKA – Suasana di Kompleks Edukasi Putra Bangsa, Kampung Pasir Angin, Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, tiba-tiba diwarnai teriakan dan komando untuk segera menuju titik evakuasi. Sekilas, suasana tersebut tampak seperti kejadian gempa bumi yang sesungguhnya.
Namun, situasi itu merupakan bagian dari simulasi bencana gempa bumi yang diikuti anak-anak sebagai rangkaian akhir materi edukasi mitigasi bencana dalam kegiatan Sawala Dasa Wacana, Minggu (11/10/2026).
Kegiatan menghadirkan Jejen Jaenal dari Komunitas Seniman Budayawan Siaga Bencana (SB-TB) Bogor sebagai pemateri. Ia menyampaikan materi bertajuk “Mitigasi Bencana Berbasis Lingkungan”, dengan mengajak anak-anak mengenali potensi bencana yang mungkin terjadi di lingkungan tempat tinggal mereka.
Jejen menjelaskan, Kampung Pasir Angin yang berada di wilayah Desa Cipicung, Kecamatan Cijeruk, memiliki karakter geografis berupa kawasan perbukitan dan pegunungan. Kondisi tersebut membuat wilayah ini memiliki sejumlah potensi risiko bencana, di antaranya tanah longsor yang dapat dipicu hujan maupun gempa bumi, angin kencang atau puting beliung, serta banjir bandang.

Menurutnya, anak-anak merupakan bagian penting dari masyarakat yang perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar untuk mengenali risiko bencana di lingkungan sekitarnya.
“Pendidikan mitigasi sejak usia SD dan SMP diharapkan dapat membangun budaya sadar bencana yang dimulai dari anak, keluarga, sekolah, hingga masyarakat kampung,” ungkap Jejen.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diperkenalkan pada berbagai potensi bencana di lingkungan Kampung Pasir Angin sekaligus dibekali pengetahuan dasar mengenai keselamatan dan mitigasi bencana.
Materi juga mencakup tindakan yang tepat sebelum, saat, dan setelah bencana, termasuk mengenali jalur evakuasi, titik kumpul, serta tempat yang relatif aman. Selain itu, anak-anak diajak memahami pentingnya gotong royong dan kesiapsiagaan sebagai bagian dari budaya masyarakat dalam menghadapi bencana.
Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan berlangsung secara interaktif melalui simulasi tahapan penanganan bencana, mulai dari kondisi pra-bencana, saat bencana terjadi, hingga pascabencana.
Anak-anak usia TK, SD, dan SMP yang merupakan anggota Taman Baca Nyala Aksara Kampung Pasir Angin tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan. Mereka mengikuti materi dengan penuh perhatian dan terlibat langsung dalam simulasi evakuasi ketika terjadi gempa.
Ketua Yayasan Daya Putra Bangsa, Willy Kamawijaya, mengatakan kegiatan edukasi mitigasi bencana sangat penting dilakukan mengingat karakter geografis Desa Cipicung dan Kecamatan Cijeruk yang berada di kawasan pegunungan.
“Kontur alam di wilayah ini relatif merupakan kawasan pegunungan yang memiliki risiko bencana, terlebih saat musim hujan seperti sekarang. Karena itu, kami menyambut baik kegiatan ini dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, khususnya kepada pemateri. Semoga anak-anak kita memiliki pengetahuan dan kesadaran untuk selalu siaga menghadapi berbagai potensi bencana,” ujarnya.
Kegiatan yang dipandu Heri Cokro bersama para relawan Daya Putra Bangsa tersebut berlangsung dinamis dan menyenangkan. Selain memberikan wawasan baru kepada anak-anak, kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran langsung untuk menumbuhkan kesadaran bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana perlu dibangun sejak dini.
Melalui edukasi dan simulasi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, anak-anak diharapkan tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu menjadi bagian dari keluarga dan masyarakat yang lebih sadar, tanggap, dan siap menghadapi risiko bencana di lingkungannya. (Heri)

