BerandaDaerahDi Bulan Syawal Mari Saling Memaafkan

Di Bulan Syawal Mari Saling Memaafkan

DELISERDANG, PILAR MERDEKA – Sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al-Falah menjadi momen penuh khidmat dan haru bagi umat Islam di Jalan Sidomulyo Pasar IX, Dusun V, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (21/3/2026).

Sholat Idul Fitri 1447 H di Masjid Al-Falah dipadati jemaah sejak pagi hari. Umat Islam dari kawasan Gang Semangka 16 hingga Gang Semangka 24 dan sekitarnya tampak berbondong-bondong datang untuk menunaikan ibadah di hari kemenangan.

Sejak sebelum pelaksanaan dimulai, suasana masjid sudah ramai. Jemaah datang bersama keluarga dengan wajah penuh kebahagiaan, mengenakan pakaian terbaik mereka untuk merayakan Lebaran pertama.

Sholat Idul Fitri 1447 H dimulai pada Jam 07.20 WIB. Masjid Al-Falah terlihat penuh sesak oleh jemaah yang mengikuti rangkaian ibadah dengan tertib dan khusyuk.

Meski jumlah jemaah sangat banyak, pelaksanaan sholat berlangsung aman dan tertib. Tidak terlihat gangguan selama kegiatan berlangsung, mencerminkan kekompakan dan kedisiplinan masyarakat setempat.

Dalam khutbahnya, Ustadz Rudi Nauli, S.Sos.I menyampaikan pesan yang menyentuh hati tentang pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. Ia mengingatkan bahwa nilai taqwa tidak hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Taqwa harus mampu dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ustadz Rudi Nauli juga menegaskan bahwa Allah SWT mengajarkan manusia untuk menjadi pribadi yang paripurna, yang tidak hanya baik secara ibadah, tetapi juga dalam sikap dan perilaku.

Di momen hari Fitri, ia mengajak seluruh jemaah untuk memperbanyak istighfar dan bertobat dengan sungguh-sungguh. Ia juga mengingatkan pentingnya membersihkan hati dari sifat iri dan dengki.

“Di bulan Syawal ini, mari kita saling memaafkan,” tegasnya dengan nada penuh harap.

BACA JUGA  Titi Sewa Tembung Dilanda Kemacatan

Pesan persaudaraan juga menjadi bagian penting dalam khutbah tersebut. Ustadz Rudi menekankan bahwa sesama mukmin adalah saudara yang harus saling membantu dan berlomba-lomba dalam kebaikan.

Suasana haru terasa ketika jemaah saling bersalaman usai sholat. Momen saling memaafkan menjadi penutup yang mempererat kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat. (Fajaruddin Adam Batubara)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH