MEDAN, PILAR MERDEKA – Es gabus, jajanan jadul kembali mencuri perhatian sebagai jajanan sederhana yang sarat kenangan masa sekolah. Jajanan dingin ini dulu kerap dijajakan pedagang keliling dengan gerobak kecil, berhenti di depan rumah atau sekolah dasar (SD) saat terik siang hari.
Es gabus dikenal dengan teksturnya yang lembut namun padat. Saat digigit, es ini langsung lumer di mulut, meninggalkan rasa manis dan segar yang menenangkan. Bagi banyak orang, satu potong es gabus mampu membawa ingatan ke masa kecil yang polos dan penuh tawa.
Es gabus nostalgia juga tampil menarik dengan warna-warni cerah. Warna merah muda, hijau, atau kombinasi lainnya membuat jajanan ini tampak menggoda, terutama bagi anak-anak. Tidak heran jika es gabus menjadi salah satu jajanan jadul yang paling dirindukan.
Dulu, es gabus mudah ditemui tanpa harus repot. Kini, jajanan ini bisa dibuat sendiri di rumah dengan bahan sederhana. Proses pembuatannya tidak rumit dan bisa disesuaikan dengan selera keluarga.
Cara membuat es gabus sederhana menggunakan bahan utama tepung hunkwe yang dicampur santan dan gula. Bahan-bahan ini mudah ditemukan dan tidak memerlukan alat khusus.
Bahan Es Gabus
1 bungkus tepung hunkwe
150 gram gula pasir
1/2 sendok teh garam
1 liter santan cair
Pewarna makanan sesuai selera
Cara Membuat Es Gabus
Pertama, campurkan tepung hunkwe, gula pasir, garam, dan santan ke dalam panci. Aduk hingga semua bahan larut dan tidak menggumpal.
Kedua, masak adonan dengan api kecil hingga sedang. Aduk terus agar tidak gosong sampai adonan mengental dan meletup-letup.
Ketiga, bagi adonan menjadi beberapa bagian. Tambahkan pewarna makanan pada tiap bagian lalu aduk hingga warna merata.
Keempat, tuang adonan panas ke dalam loyang atau wadah datar. Ratakan permukaannya agar hasilnya rapi.
Kelima, diamkan hingga suhu ruang, lalu simpan di dalam kulkas sampai adonan benar-benar mengeras.
Keenam, potong es gabus berbentuk persegi panjang atau sesuai selera. Susun dalam wadah dan simpan di freezer hingga beku.
Es gabus lembut dan segar sangat cocok dinikmati saat siang hari atau sebagai teman santai sore. Jajanan ini bukan hanya pelepas dahaga, tetapi juga pengingat masa kecil yang sederhana namun penuh kehangatan. (Mons)

