BerandaOlahragaTaman Cadika, Wadah Anak Muda Bermain Skateboard

Taman Cadika, Wadah Anak Muda Bermain Skateboard

MEDAN, PILAR MERDEKA – Taman Cadika ada arena Skateboard yang selalu menjadi magnet anak muda, apa lagi setiap Sabtu, Minggu, dan hari libur. Taman yang terletak di Jalan Karya Wisata, Medan Johor ini tak pernah sepi. Sejak pagi hingga sore, pengunjung datang silih berganti untuk berolahraga, jogging, bermain basket, hingga sekadar menikmati udara terbuka.

Di salah satu sudut Taman Cadika, tepat di tikungan menuju lapangan sepak bola letak arena Skateboard tampak hidup. Sejumlah anak muda berdiri sambil menenteng papan skateboard. Wajah mereka penuh fokus. Keringat mengalir deras, namun semangat tidak surut bermain.

Satu per satu, para pemain mencoba melompat ke wahana besi yang disiapkan sebagai rintangan. Bunyi papan membentur besi terdengar berulang. Beberapa dari mereka tidak mengenakan baju. Sepatu cats dan celana panjang menjadi perlengkapan utama. Tubuh basah oleh keringat, namun mata menyimpan tekad berlatih.

Adi, pemuda asal Pariaman, Sumatera Barat, menjadi salah satu dari mereka. Ia merantau ke Medan dengan satu barang kesayangan, papan skateboard. Di arena inilah ia menemukan teman, semangat, dan tujuan. “Selama latihan sering juga cedera, engkel, tangan, tapi Alhamdulillah tidak fatal,” ujar Adi kepada Pilar Merdeka.Com, Sabtu (9/1).

Adi mengaku pada tahun pertama belajar, ia berlatih hampir setiap hari. “Sekitar 60 persen waktu tiap hari latihan. Sekarang sudah empat tahun saya main skateboard,” katanya. Luka, jatuh, dan rasa sakit menjadi bagian dari proses yang tak terpisahkan selama belajar.

Ia juga menyinggung prestasi cabang olahraga skateboard Indonesia di ajang internasional. “Skateboard cabang olahraga (cabor)
melalui atlet Basral Graito Hutomo asal Solo di nomor Street Putra meraih emas di SEA Games Thailand 2025,” ucap Adi dengan nada bangga.

BACA JUGA  Flairene Bangga Pakai Baju Adat Bali Saat Defile Upacara Pembukaan SEA Games 2023 Kamboja

Bagi pemula, Adi yang menggunakan topi saat itu membagikan tips dasar belajar skateboard. Menurutnya, belajar skateboard mirip belajar naik sepeda.

“Pertama, berdiri di atas papan untuk jaga keseimbangan. Pilih papan skate yang pas dengan ukuran kaki dan badan. Setelah itu, belajar melaju atau mengayun. Udah bisa mengayun, belajar Ollie – teknik dasar melompat di udara. Lalu, Tic-tac – trik memutar seluruh tubuh dan papan secara berulang dari satu sisi ke sisi,” jelasnya runtut.

Tambah Adi, “Jangan lupa kenakan outfit lengkap, Penting banget buat pemula yang skill-nya masih cetek. Pakai t-shirt dan celana panjang biar lutut nggak luka saat jatuh. Makin bagus kalau pakai helm dan pelindung lutut,”

Namun, perjuangan itu ada harganya. “Kalau belajar skateboard lompat-lompat, sepatu cepat rusak,” katanya sambil tersenyum. Untuk papan skateboard, Adi menyebut harganya kini lebih terjangkau. “Mulai Rp1,5 juta. Online bahkan ada yang Rp800 ribu,” tambahnya.

Adi menegaskan, para pemain skateboard di Taman Cadika saling mengenal karena sering bertemu di arena. Persahabatan tumbuh dari jatuh dan bangkit bersama. “Kami kenal di arena skateboard ini. Saya datang dari Sumatera Barat, merantau ke Medan bawa papan skateboard,” ujarnya lirih.

Soal fasilitas, Adi menyebut arena skateboard Taman Cadika sudah cukup memadai. Tersedia box untuk lompat, jumper, dan landasan. Meski sederhana, tempat ini menjadi saksi mimpi-mimpi besar anak muda yang berani jatuh demi berdiri lebih kuat.

Di Taman Cadika, skateboard bukan sekedar olah raga. Tetapi cerita tentang olah raga eksklusif, keringat, luka, persahabatan dan harapan pada suatu mampu berdiri di podium tertinggi mengusung Indonesia di kancah internasional. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH