PILAR MERDEKA – Diskon Stimulus penyeberangan libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 yang diluncurkan pemerintah terbukti membawa dampak nyata bagi jutaan masyarakat. Kebijakan ini tidak hanya meringankan biaya perjalanan, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi di tengah tingginya mobilitas libur Nataru.
Program stimulus ini berlangsung sejak 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026. Hingga hari terakhir pelaksanaan, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat tingkat penyerapan kuota mencapai 96,17 persen. Dari target 2,34 juta penerima manfaat, sebanyak 2,25 juta pengguna jasa telah memanfaatkan diskon tersebut.
Nilai subsidi yang tersalurkan mencapai Rp30,8 miliar. Angka ini menjadi bukti bahwa kebijakan diskon penyeberangan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat akan transportasi yang terjangkau dan andal.
Diskon penyeberangan ASDP menjadi penopang penting mobilitas nasional, terutama di masa libur panjang yang sarat lonjakan penumpang. Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan Kementerian Perhubungan atas kepercayaan yang diberikan.
Menurut Heru, capaian ini bukan sekadar statistik. “Capaian ini bukan sekadar angka, tetapi mencerminkan fungsi nyata penyeberangan dalam mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi,” ujarnya. Tingginya penyerapan menunjukkan manfaat program benar-benar dirasakan langsung oleh pengguna jasa.
Stimulus diskon diterapkan di lintasan-lintasan strategis nasional. Beberapa di antaranya adalah Merak–Bakauheni (reguler dan eksekutif), Ketapang–Gilimanuk, Padangbai–Lembar, Kayangan–Pototano, Sape–Labuan Bajo, Tanjung Uban–Telaga Punggur, serta Ajibata–Ambarita.
Lintasan Merak–Bakauheni menjadi penyumbang penerima manfaat terbesar dengan 1,02 juta pengguna. Posisi berikutnya ditempati lintasan Ketapang–Gilimanuk yang melayani 806 ribu pengguna selama program berlangsung.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan bahwa tingginya pemanfaatan diskon menunjukkan peran penyeberangan sebagai tulang punggung konektivitas antarwilayah. Ia menyebut keberhasilan ini didukung kesiapan operasional, koordinasi lintas pihak, serta penguatan fasilitas dan layanan.
Keberhasilan stimulus Nataru juga tidak lepas dari pemanfaatan layanan digital Ferizy. Melalui sistem ini, masyarakat dapat memesan tiket sejak H-60 keberangkatan, menerima e-ticket melalui WhatsApp dan email, serta memilih berbagai metode pembayaran digital.
Hingga Desember 2025, jumlah pengguna Ferizy tercatat mencapai 3,44 juta orang. Angka ini meningkat 205.294 pengguna atau 5,9 persen dibandingkan Agustus 2025, mencerminkan kepercayaan publik terhadap layanan digital ASDP.
Sepanjang tahun 2025, ASDP juga mencatat kinerja operasional yang solid. Perusahaan ini melayani 7,8 juta penumpang dan 15,8 juta unit kendaraan di seluruh lintasan penyeberangan nasional.
Untuk menopang layanan tersebut, ASDP mengelola 318 lintasan, mengoperasikan 222 kapal, serta mengoordinasikan 37 pelabuhan melalui 27 cabang di berbagai wilayah Indonesia.
Sebagai operator penyeberangan nasional, ASDP menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan yang aman, tertib, dan berkelanjutan. Komitmen ini menjadi fondasi penting dalam menjaga kelancaran mobilitas dan memperkuat konektivitas Indonesia dari ujung ke ujung. (Mons)

