BerandaFeatureMenara Pandang Tele Tiada Dua di Samosir

Menara Pandang Tele Tiada Dua di Samosir

MEDAN, PILAR MERDEKA – Menara Pandang Tele kembali menjadi magnet wisata yang tak hanya memanjakan mata, tetapi juga menyentuh emosi para pengunjung. Di momen libur Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, destinasi ini tampil sebagai salah satu penyumbang besar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Samosir.

Menara Pandang Tele terletak di Desa Turpuk Limbong, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Dari ketinggian, hamparan biru Danau Toba terbentang luas, berpadu dengan perbukitan hijau dan lanskap pedesaan yang tenang. Suasana ini memberi rasa damai yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Destinasi ini sempat ditutup sebelum akhirnya dibuka kembali dengan wajah baru. Revitalisasi yang berlangsung sejak 2022 hingga 2024 mengubah kawasan ini menjadi lebih modern, rapi, dan nyaman. Kini, tempat ini siap menyandang status sebagai ikon wisata unggulan Samosir.

Menara Pandang Tele menghadirkan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung. Dari atas, panorama Danau Toba terlihat begitu luas, menghadirkan ketenangan yang perlahan meresap ke dalam hati. Angin pegunungan yang sejuk menambah kesan damai, seolah mengajak setiap orang untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk kehidupan.

Tele
Sky Walk fasilitas untuk wisatawan berjalan sambil menikmati pemandangan Danau Toba. (Foto. Pilar Merdeka)

Fasilitas di kawasan ini juga semakin lengkap. Tersedia sky walk yang memungkinkan pengunjung berjalan santai sambil menikmati keindahan alam dari ketinggian. Ada pula rest area dengan kafe, mushola, serta fasilitas umum yang bersih dan tertata.

Beberapa area didesain menggunakan kaca transparan. Dari sini, pengunjung tetap bisa menikmati panorama meski sedang duduk santai. Sensasi berada di atas ketinggian dengan pemandangan terbuka menciptakan pengalaman yang tak terlupakan.

Bagi pecinta fotografi, tempat ini seperti surga kecil. Latar Danau Toba dan pegunungan menghasilkan gambar yang indah dan estetik. Setiap sudut menawarkan cerita, setiap bidikan menyimpan kenangan.

BACA JUGA  Simarudan-udan, Hidden Gem Menggetarkan Hati di Simalungun

Selain menikmati panorama, pengunjung juga bisa mencicipi kuliner khas Batak di sekitar lokasi. Aktivitas yang tersedia pun beragam, mulai dari bersantai, menikmati udara segar, hingga sekadar menyeruput kopi sambil menatap alam.

Seorang wisatawan asal Padang yang berdomisili di Jakarta mengaku tempat ini memiliki kesan mendalam. Ia datang bersama suaminya menggunakan sepeda motor. Perjalanan panjang tidak menghalangi niat mereka untuk kembali.

Tele
Monang Sitohang warga Kota Medan saat berkunjung ke Menara Pandang Tele. (Foto. Pilar Merdeka)

“Kami ke Panorama Pandang Tele ini menggunakan motor. Ini bukan pertama kali, tahun 2024 kami juga sudah ke sini,” ujarnya kepada media Pilar Merdeka.Com sambil menyaksikan drone yang diterbangkan suaminya.

Kisah lain datang dari Anggi boru Sitohang, pengunjung asal Medan. Ia datang bersama keluarga saat Idul Fitri 1447 Hijriah. Perjalanan mereka bukan sekadar wisata, tetapi juga ziarah keluarga.

“Luar biasa ramainya pengunjung. Bukan hanya di Menara Pandang Tele, tapi juga di Bukit Sibea-bea, Bukit Cinta, Bukit Holbung, dan Air Terjun Efrata,” ungkapnya beberapa hari lalu.

Bagi Anggi, keindahan Samosir selalu menghadirkan rasa rindu untuk kembali. Ia menyebut tidak pernah ada kata bosan saat berkunjung ke kawasan Danau Toba.

“Alamnya begitu indah. Tinggal bagaimana pemerintah dan masyarakat mengelola agar pariwisata semakin berkembang,” tuturnya.

Perjalanan menuju lokasi memang cukup panjang. Dari Medan, pengunjung bisa melalui Parapat dengan jalur tol, lalu menyeberang menggunakan ferry menuju Tomok, dilanjutkan ke Pangururan hingga tiba di lokasi. Alternatif lain yang lebih singkat adalah melalui Kabanjahe dengan waktu tempuh sekitar 5 hingga 6 jam.

Namun, setiap kilometer perjalanan terbayar lunas saat tiba di puncak Menara Pandang Tele. Di sana, keindahan alam dan ketenangan menyatu, menghadirkan pengalaman yang bukan sekadar wisata, tetapi juga perjalanan batin. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH