MEDAN, PILAR MERDEKA – Pesantren kilat SMK Negeri 6 Medan menjadi momen penuh makna dalam menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini digelar sebagai program rutin sekolah selama tiga hari, dimulai pada 29 Februari 2026, bertepatan dengan hari ke-9 Ramadan sesuai kalender pendidikan.
Pesantren kilat SMK Negeri 6 Medan dilaksanakan setelah Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) selesai. Sekolah memastikan kegiatan akademik tetap berjalan normal sebelum memasuki rangkaian pembinaan keagamaan.
“Kita upayakan KBM selesai seperti biasa barulah kita laksanakan pesantren kilat dan kita sudah izin ke Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum untuk melaksanakan kegiatan ini,” ujar Ikhwan Habibi S.Pd, Guru Agama Islam SMK Negeri 6 Medan, mewakili Kepala Sekolah Hervina, Jumat (13/2) di ruang Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Medan, Jalan Jambi, Kota Medan.
Ikhwan menjelaskan, rangkaian kegiatan diawali dengan doa dan zikir bersama. Suasana haru terasa ketika siswa berkumpul untuk menyambut Ramadan dengan penuh kekhusyukan. Tradisi ini dikenal dengan istilah “punggahan”, yang menjadi sarana pembinaan mental dan spiritual siswa sebelum menjalankan ibadah puasa.
“Kegiatan hari ini adalah penyambutan bulan Ramadan dengan doa dan zikir bersama atau tradisinya dibilang punggahan yang kita laksanakan di sekolah siang ini,” jelasnya.
Program ini diikuti seluruh siswa kelas X, XI, dan XII. Selama Ramadan, pembelajaran agama ditingkatkan dibandingkan kegiatan umum. Sekolah juga menjadwalkan salat zuhur berjamaah serta memperbanyak kegiatan membaca Al-Qur’an agar siswa lebih fokus memperdalam nilai-nilai keislaman.
Untuk pembukaan pesantren kilat, sekolah akan mengundang ustadz dan tim pemateri dari luar. Kehadiran pemateri eksternal diharapkan memberi semangat baru serta memperkaya referensi keagamaan para siswa.
Pesantren kilat ini mengacu pada program pemerintah dalam mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan keagamaan. Seluruh pembiayaan kegiatan ditanggung sekolah tanpa pungutan dari siswa.
“Pesantren kilat merupakan program dari sekolah, jadi tidak ada dikutip dari siswa, semuanya murni dari sekolah. Diharapkan dengan adanya pesantren kilat bisa mencegah siswa untuk tawuran dan asmara subuh,” tegas Ikhwan.
Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 6 Medan, Nansi Manalu, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Kepala Sekolah terhadap program tersebut. Setiap guru agama memiliki Komunitas Belajar (Kombel) yang menyusun program dan melaporkannya kepada manajemen sekolah.
Menurutnya, seluruh program akan disetujui selama sesuai dengan kondisi sekolah dan tidak mengganggu KBM.
“Kepala Sekolah ibu Hervina mendukung penuh setiap kegiatan positif yang diberikan para guru untuk kemajuan siswanya,” ujarnya. (Mons)

