BerandaDaerahBuka Puasa Pertama, Masjid Agung Medan Dipadati Jemaah

Buka Puasa Pertama, Masjid Agung Medan Dipadati Jemaah

MEDAN, PILAR MERDEKA – Buka puasa di hari pertama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah di Masjid Agung Kota Medan, Sumatera Utara berlangsung penuh kekhusyukan dan keharuan, Kamis (19/2). Sejak sore hari, masjid kebanggaan warga Medan ini dipadati jemaah yang ingin meraih berkah berbuka bersama.

Buka puasa di Masjid Agung Kota Medan mulai dipadati jemaah sejak pukul 17.30 WIB hingga 18.15 WIB. Satu per satu jemaah datang. Mereka berjalan tenang menuju halaman dan ruang utama masjid, membawa semangat ibadah di hari pertama Ramadan.

Setibanya di lokasi, para jemaah langsung diarahkan oleh petugas masjid. Dengan sigap dan ramah, petugas membantu mengatur barisan tempat duduk yang telah disediakan. Suasana tertib dan rapi terlihat jelas.

Petugas Masjid Agung Kota Medan telah menyiapkan makanan dan minuman ringan untuk para jemaah. Hidangan sederhana namun penuh makna itu menjadi simbol kebersamaan di bulan suci Ramadan.

Menu makanan ringan yang disajikan terdiri dari bubur kacang hijau, bubur candil, bubur sagu mata ikan, serta mie sedap cup yang menjadi menu favorit. Minuman yang dibagikan berupa air mineral. Hidangan tersebut dibagikan merata kepada seluruh jemaah yang hadir.

Imam Besar Masjid Agung Kota Medan, Ustadz H M Syukur Siregar Al Hafidz, mengajak seluruh jemaah untuk menjadikan momen buka bersama sebagai sarana mengharap ridho Allah SWT.

Ustadz Syukur juga menyampaikan bahwa Badan Kesejahteraan Masjid Agung Kota Medan selalu berkomitmen melayani para jemaah yang berbuka puasa. Pelayanan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab dalam memakmurkan masjid.

Usai azan Maghrib berkumandang dan jemaah menyantap hidangan berbuka, suasana langsung berubah menjadi lebih hening. Para jemaah segera menunaikan sholat Maghrib secara berjamaah.

BACA JUGA  Petani Semangat Menanam Padi di Bawah Sinar Matahari

Setelah itu, sebagian jemaah terlihat tetap berada di dalam masjid. Mereka menunggu datangnya waktu sholat Isya dengan duduk tenang atau berbincang pelan. Ketika waktu Isya tiba, jemaah kembali berdiri dalam barisan sholat berjamaah, kemudian berlanjut melaksanakan sholat tarawih. (Fajaruddin Adam Batubara)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH