BerandaKulinerRM Tapsel Medan, Sop Daging Laris Manis, Siang Ludes

RM Tapsel Medan, Sop Daging Laris Manis, Siang Ludes

MEDAN, PILAR MERDEKA – Aroma kuah sop daging yang harum, potongan daging yang lembut, serta harga yang masih terjangkau membuat sop daging di Rumah Makan (RM) Tapanuli Selatan (Tapsel) di Jalan Letda Sujono, Medan Tembung, menjadi menu incaran pembeli. Tak sedikit pelanggan yang kecewa karena datang terlalu siang menu favoritnya sudah habis.

RM Tapsel ini berada di sisi kanan jalan jika datang dari arah Jalan HM Yamin, tidak jauh dari Sekolah Menengah Atas Priyatna. Rumah makan ini menyediakan beragam masakan khas Tapanuli Selatan yang menggugah selera.

Ada ikan mas arsik, ikan saleh gulai, daun ubi tumbuk, lalapan jengkol muda, jengkol gulai, telur bebek gulai, ikan dan ayam goreng, dan sejumlah menu lainnya. Namun, di antara beragam pilihan tersebut, sop daging sapi menjadi salah satu menu yang paling banyak diminati.

Sop daging sapi di RM Tapsel memiliki daya tarik tersendiri. Bahkan, sebelum waktu makan siang tiba, pelanggan sudah memesan menu tersebut melalui telepon seluler.

Pemilik RM Tapsel mengungkapkan, pesanan sop daging terkadang masuk sejak Jam 09.00 WIB, meskipun masakan itu belum selesai disiapkan. Ada pelanggan yang langsung memesan hingga lima porsi.

“Iya, kalau sop daging di RM Tapsel cepat habis, karena belum dimasak saja sekitar Jam 09.00 WIB sudah ada yang pesan melalui handphone. Ada yang pesan lima, ada yang pesan dua,” ujar pemilik RM Tapsel, Sabtu (17/10).

Tingginya permintaan tidak membuat pemilik menambah jumlah masakan tanpa pertimbangan. Ia hanya memasak 14 porsi sop daging sapi setiap hari.

Alasannya, bahan baku yang digunakan membutuhkan modal cukup besar. Untuk menyiapkan sop tersebut, ia menggunakan satu kilogram daging sapi dan satu kilogram tulang iga.

BACA JUGA  Menggiurkan, Aroma Sop Tomyam di Se-Jati Cafe

Proses memasaknya juga membutuhkan waktu yang lama. Karena itu, jumlah yang tersedia setiap hari terbatas.

“Saya memasak sop daging sapinya lama. Satu kilogram daging untuk sop, satu kilogram tulang iga. Menu sop daging sapi modalnya besar, jadi masaknya hanya 14 porsi,” jelasnya di sela-sela melayani pembeli.

Keterbatasan inilah yang membuat pelanggan perlu datang lebih awal jika ingin menikmati sop daging tersebut. Menjelang tengah hari, kesempatan untuk mendapatkan satu porsi bisa semakin kecil.

Harga Ekonomis

Di tengah tingginya minat pembeli, harga sop daging sapi RM Tapsel masih tergolong ekonomis.

Pelanggan yang makan di tempat dikenakan harga Rp25.000 per porsi, sudah termasuk nasi. Sementara itu, pelanggan yang memesan untuk dibawa pulang cukup membayar Rp20.000 per porsi.

“Satu porsi sop dagingnya makan di tempat Rp25.000, itu sudah pakai nasi. Kalau pesan bawa pulang hanya Rp20.000. Kenapa nanya, Bang, mau belajar masak ya,” ujar pemilik rumah makan tersebut.

Perbedaan harga itu memberikan pilihan bagi pelanggan. Mereka bisa menikmati sop daging langsung di rumah makan atau membawanya pulang untuk disantap bersama keluarga.

Namun, harga yang terjangkau bukan satu-satunya alasan menu ini diminati. Aroma kuah dan kelembutan daging turut menjadi daya tarik bagi para penikmatnya.

Kuah Harum, Daging Lembut

Setiap pedagang tentu memiliki racikan bumbu dan rempah tersendiri dalam mengolah sop daging. Demikian pula dengan RM Tapsel. Penilaian terhadap rasa akhirnya berada di tangan pelanggan yang menikmati masakan tersebut.

Salah seorang pelanggan, Nina, mengaku menyukai sop daging di rumah makan itu karena aroma kuahnya terasa harum. Menurutnya, wangi bawang goreng, rempah semakin tercium ketika sop dituangkan ke dalam wadah.

BACA JUGA  Mencicipi Mickey Clown, Pelepas Dahaga Saat Terik

Dalam satu porsi, terdapat empat potong sajian yang terdiri atas tulang iga dengan daging yang masih menempel, satu potong daging, satu potong daging bercampur lemak, serta satu potong lemak.

Selain potongan daging dan tulang, sop tersebut dilengkapi taburan bawang goreng, kentang, wortel, daun sop pree, dan kapulaga.

Bagi Nina, perpaduan bahan tersebut membuat sop daging terasa cocok dengan seleranya. Ia juga menilai dagingnya lembut dan tidak berlemak.

“Rasanya cocok ke saya, kuah sopnya aromanya harum, kemudian dagingnya lembut dan tidak berlemak. Kemudian satu porsi itu ada potongan bawang goreng, kentang, wortel, daun sop pree, kemudian ada kapulaga. Saya sudah ada sekitar sepuluh kali belinya,” ujar Nina, Minggu (18/10).

Pengakuan Nina menunjukkan bahwa sop daging tersebut bukan sekadar menu yang sesekali dicoba. Ia mengaku telah membelinya sepuluh kali karena menyukai rasa dan aroma masakannya.

Datang Siang, Sudah Habis

Bagi sebagian pelanggan, menikmati sop daging RM Tapsel harus disertai perhitungan waktu. Datang menjelang siang belum tentu menjamin mereka mendapatkan menu yang diinginkan.

Nina pernah mengalami sendiri hal tersebut. Ia datang sekitar pukul 12.15 WIB untuk membeli sop daging, tetapi persediaannya sudah habis. “Tapi suami saya pernah juga datang Jam 10.30 WIB belum siap dimasak, terpaksa menunggu sebentar,” jelas Nina.

Pengalaman itu menjadi bukti bahwa jumlah 14 porsi sehari tidak selalu cukup untuk memenuhi permintaan pelanggan hingga siang hari.

Meski demikian, Nina tetap menilai harga sop daging tersebut ekonomis. Ia mengungkapkan bahwa saat makan sop daging bersama suaminya, harga yang dibayarkan biasanya mencapai Rp30.000.

Pengalaman serupa juga dialami Zul, seorang pengunjung yang datang ke rumah keluarganya. Ia berniat membeli sop daging di RM Tapsel sekitar Jam 12.00 WIB bersama adiknya, tetapi menu tersebut sudah habis.

BACA JUGA  Bubur Ayam, Santapan yang Selalu Mengoda Selera

Keinginannya untuk mencoba sop daging yang banyak diminati itu pun belum kesampaian. Apalagi, Zul datang dari dan berharap bisa mencicipi menu tersebut saat berkunjung.

“Padahal pengen coba, kata adik saya sop dagingnya enak. Ketepatan saya datang dari Namorambe,” ungkap ayah empat anak itu.

Sop daging RM Tapsel di Jalan Letda Sujono, Medan Tembung, menawarkan perpaduan menu berkuah, aroma rempah, potongan daging, dan harga yang relatif terjangkau. Namun, jumlah produksinya yang terbatas menjadi tantangan bagi pelanggan yang ingin mencicipinya.

Dengan hanya 14 porsi setiap hari, pembeli yang datang terlalu siang berisiko tidak kebagian. Pesanan yang masuk sejak pagi juga menunjukkan bahwa pelanggan telah mengincar menu ini sebelum waktu makan siang.

Bagi pemilik rumah makan, memasak sop daging bukan hanya soal memenuhi permintaan, tetapi juga memperhitungkan bahan baku, modal, dan waktu pengolahan. Sementara bagi pelanggan, semangkuk sop daging menjadi sajian yang layak dicari karena sesuai dengan selera mereka.

Pada akhirnya, popularitas sop daging RM Tapsel tidak hanya terlihat dari cerita tentang rasanya, tetapi juga dari pengalaman pelanggan yang berulang kali membeli atau justru pulang tanpa sempat mencicipinya.

Siapa yang mau coba Sop Daging, datanglah lebih awal ke RM Tapsel, terlalu siang kemungkinan sudah ludes alias habis. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH