MEDAN, PILAR MERDEKA – Air Terjun Ponot di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, bukan sekadar tempat menikmati derasnya air dari ketinggian. Bagi 19 anggota Wadah Silaturahmi Komunitas Muslim Bonapasogit (WASIKOMA), perjalanan ke sana pada Minggu, 20 September 2026, menjadi perpaduan antara wisata alam dan ibadah.
Air Terjun Ponot berada di Jalan Sigura-gura, Desa Tangga, Kecamatan Aek Songsongan, Kabupaten Asahan. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 250 meter atau 820 kaki.
Perjalanan wisata rombongan dimulai sejak pagi dari Lubuk Pakam. Sebelum berangkat menuju Porsea, mereka berkumpul di rumah Hj. Jernihati Sitompul di Jalan Thamrin, Lubuk Pakam.
Mereka tidak langsung berangkat setelah berkumpul. Sholat Subuh terlebih dahulu dilakukan, kemudian dilanjutkan dengan sarapan bersama.

Bagi rombongan tersebut, perjalanan menuju Air Terjun Ponot bukan hanya perjalanan untuk melihat keindahan alam. Mereka menyebutnya sebagai perjalanan rohani.
“Kami ada sekitar 19 orang, kami namakan ini perjalanan Rohani, yang kami lakukan dua bulan sekali,” kata Rodiah Siregar salah satu rombongan WASIKOMA, yang akrab disapa Oddie, melalui WhatsApp, Senin (28/9).
WASIKOMA merupakan wadah silaturahmi bagi orang-orang yang dahulu tinggal di Kabupaten Tarutung dan kini berdomisili di Kota Medan. Perjalanan bersama itu menjadi kesempatan bagi mereka untuk bersilaturahmi sekaligus menikmati suasana alam.
Dari Lubuk Pakam, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Porsea. Dalam perjalanan tersebut, mereka tetap menyempatkan diri untuk beribadah.
Ketika tiba di Parapat, rombongan melaksanakan sholat Dhuha sebelum melanjutkan perjalanan.
Dari Porsea, perjalanan menuju Air Terjun Ponot memakan waktu sekitar satu setengah jam. Setelah perjalanan, rombongan akhirnya tiba di kawasan air terjun yang berada di tengah suasana alam dengan pepohonan lebat.
Di tempat itu, suara gemericik air menjadi bagian dari suasana. Air mengalir dari ketinggian di antara bebatuan besar, sementara udara di sekitar kawasan terasa sejuk.
Air Terjun Ponot memiliki tiga tingkatan aliran air. Air yang jatuh melewati bebatuan menciptakan pemandangan alam yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.
Sebagian batu di sekitar aliran air ditumbuhi lumut. Kondisi tersebut membuat permukaan batu dapat menjadi licin sehingga wisatawan diimbau berhati-hati ketika berjalan mendekati aliran air.
Rombongan WASIKOMA tidak hanya menikmati pemandangan. Setelah waktu Zuhur tiba, mereka kembali melaksanakan sholat di kawasan air terjun.
Di tengah perjalanan wisata, ibadah tetap menjadi bagian penting dari kegiatan mereka. Setelah menikmati Air Terjun Ponot dan melaksanakan sholat, rombongan kemudian bersiap untuk kembali menuju Porsea.
Bagi Oddie dan rombongan, perjalanan tersebut menjadi pengalaman yang mempertemukan kebersamaan, perjalanan, alam, dan ibadah dalam satu kegiatan.
Fasilitas Air Terjun Ponot
Selain menawarkan pemandangan alam, kawasan Air Terjun Ponot memiliki sejumlah fasilitas bagi pengunjung.
Menurut Rodiah Siregar, terdapat pondok yang dapat digunakan pengunjung dengan biaya Rp30.000. Di kawasan tersebut juga tersedia musala dan kamar mandi.
Terdapat pula keran air yang menurut Rodiah dapat digunakan untuk minum langsung. Warung makan juga tersedia di kawasan wisata.
Akses jalan menuju lokasi disebut dalam kondisi bagus. Dari Porsea, perjalanan menuju Air Terjun Ponot membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam.
Pengunjung yang membawa kendaraan dikenakan biaya parkir. Biaya parkir mobil disebut sebesar Rp20.000, sedangkan kendaraan berupa bus dikenakan biaya Rp40.000.
Kawasan wisata Air Terjun Ponot dapat dikunjungi selama 24 jam setiap hari. Pengunjung tidak dikenakan tiket masuk, tetapi tetap membayar biaya retribusi parkir.
Menikmati Alam

Pepohonan yang lebat membuat kawasan Air Terjun Ponot terasa sejuk. Suara air yang terus mengalir dari ketinggian menjadi suasana yang menyertai pengunjung selama berada di kawasan tersebut.
Namun, keindahan alam juga perlu dinikmati dengan kehati-hatian. Bebatuan besar yang berada di sekitar aliran air, terutama yang ditumbuhi lumut, dapat membuat permukaan menjadi licin.
Perjalanan 19 anggota WASIKOMA pada 20 September 2026 menunjukkan bahwa kunjungan ke Air Terjun Ponot bagi mereka bukan hanya tentang mencapai sebuah destinasi wisata.
Perjalanan dimulai dengan sholat Subuh dan sarapan bersama di Lubuk Pakam, dilanjutkan dengan sholat Dhuha di Parapat, menikmati keindahan Air Terjun Ponot, kemudian melaksanakan sholat Zuhur sebelum perjalanan pulang.
Di antara perjalanan dan suara air yang jatuh dari ketinggian, kebersamaan rombongan tetap menjadi bagian dari pengalaman tersebut.
Air Terjun Ponot pun menjadi tempat di mana perjalanan alam dan perjalanan rohani mereka bertemu dalam satu rangkaian perjalanan. (Monang Sitohang)

