PILAR MERDEKA — Gerakan Nasional Migran Aman terus digemakan. Kali ini digelar Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kepulauan Riau melalui pemberian Syal Gerakan Migran Aman kepada Pekerja Migran Indonesia prosedural di Pelabuhan Internasional Harbourbay, Batam, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kampanye migrasi aman sekaligus memperkuat pengawasan keberangkatan Pekerja Migran Indonesia di wilayah perbatasan untuk mengantisipasi keberangkatan secara nonprosedural.
Mengutip keterangan Humas BP3MI, sebanyak empat Pekerja Migran Indonesia yang akan bekerja di Malaysia dan Singapura melalui skema Private to Private (P to P) menerima Syal Gerakan Migran Aman dari petugas BP3MI Kepulauan Riau sebelum keberangkatan. Keempatnya diberangkatkan melalui dua Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), yakni PT Indo Sumber Mandiri dan PT Arni Family.
Kepala BP3MI Kepulauan Riau Kombes Pol Imam Riyadi mengatakan pemberian syal tidak sekadar menjadi simbol, tetapi juga menjadi media komunikasi dan edukasi publik yang dilakukan langsung di titik keberangkatan.
“Syal yang kami sematkan kepada para Pekerja Migran Indonesia ini adalah simbol identitas, kepedulian, dan kehadiran negara dalam melindungi warganya. Kami ingin memastikan pesan pelindungan ini tersampaikan secara langsung dan berkesan, bahwa Pekerja Migran Indonesia yang berangkat secara prosedural adalah pahlawan yang harus terlindungi sejak dari tanah air hingga kembali nanti,” ujarnya.
Ia menambahkan, kampanye migrasi aman juga dilakukan dengan mendatangi langsung titik-titik keberangkatan internasional agar pesan pelindungan dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
“Melalui inovasi ini, kami tidak hanya melakukan sosialisasi formal di dalam ruangan, tetapi langsung turun di pintu-pintu keberangkatan internasional. Penggunaan syal di area pelabuhan juga menjadi media visual bagi masyarakat luas bahwa migrasi secara aman dan sesuai prosedur adalah pilihan mutlak,” tambahnya.
Selain pemberian syal, Tim Pelindungan BP3MI Kepulauan Riau melakukan pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen perjalanan dan dokumen ketenagakerjaan para Pekerja Migran Indonesia. Pengawasan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk mencegah praktik Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), penipuan lowongan kerja, serta penyalahgunaan dokumen.
Petugas juga memberikan pembekalan singkat materi Orientasi Pra-Pemberangkatan (OPP). Para Pekerja Migran Indonesia diingatkan untuk memahami hak dan kewajiban sesuai Perjanjian Kerja, menjaga dan menyimpan sendiri dokumen pribadi seperti paspor dan kontrak kerja, serta tidak menyerahkannya kepada pihak yang tidak berwenang.
Selain itu, mereka diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko eksploitasi dan penipuan di negara penempatan, menyimpan nomor kontak Perwakilan RI seperti KBRI/KJRI serta kanal resmi pelindungan untuk pengaduan darurat, dan mematuhi hukum yang berlaku di negara penempatan.
Empat Pekerja Migran Indonesia yang menerima Syal Gerakan Migran Aman dalam kegiatan tersebut yakni Bayu Susanto, Komang Edi Sustrawan, Mochammad Semba Raharja, dan Rini Hartati.
Melalui kegiatan tersebut, BP3MI Kepulauan Riau terus memperkuat pengawasan di titik-titik embarkasi perbatasan sekaligus meningkatkan edukasi mengenai migrasi aman. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan Pekerja Migran Indonesia yang berangkat dari wilayah Kepulauan Riau memahami prosedur penempatan dan memperoleh pelindungan selama menjalankan pekerjaan di luar negeri. (*/di)

