MEDAN, PILAR MERDEKA – Cuaca Sumatera Utara diperkirakan masih didominasi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat pada 14–21 September 2026. Kondisi atmosfer yang cukup labil, aktivitas gelombang atmosfer, serta belokan dan pertemuan angin menjadi faktor yang mendukung pertumbuhan awan hujan di berbagai wilayah.
Kondisi tersebut terutama terjadi di sepanjang Pantai Barat hingga wilayah Pegunungan Sumatera Utara. Dalam sepekan terakhir, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat telah tercatat di sejumlah daerah.
Data yang disampaikan Tim Meteorology Early Warning System di Medan pada 14 September 2026 menunjukkan beberapa wilayah mengalami curah hujan tinggi.
Pada 7 September 2026, curah hujan tercatat mencapai 106,8 milimeter di ARG Teluk Dalam, Kabupaten Nias Selatan, dan 54,1 milimeter di Stasiun Meteorologi Binaka.
Sehari kemudian, pada 8 September, hujan mencapai 91,2 milimeter di AWS Jawa Maraja Bah Jambi, Kabupaten Simalungun. Pada hari yang sama, Stasiun Meteorologi Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang, mencatat 73,3 milimeter.
Hujan lebih tinggi kembali terjadi pada 9 September. Pos Hujan Tanjung Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara, mencatat curah hujan mencapai 141 milimeter.
Pada 10 September, Pos Hujan Sarang Ginting, Kabupaten Serdang Bedagai, mencatat curah hujan 128 milimeter.
Hujan lebat kemudian tercatat di Pos Hujan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, dengan curah hujan 100 milimeter pada 11 September.
Pada 12 September, Pos Hujan Parlilitan, Kabupaten Humbang Hasundutan, mencatat 116 milimeter. Sementara pada 13 September, Pos Hujan Gunung Sayang, Kabupaten Asahan, mencatat 74 milimeter.
Potensi hujan dalam sepekan ke depan masih dipengaruhi Gelombang Rossby yang aktif di Sumatera Utara.
Selain itu, terdapat daerah perlambatan dan pertemuan angin akibat belokan angin yang memanjang dari Pesisir Barat hingga Pegunungan Sumatera Utara.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Sumatera Utara.
Pada skala lokal, labilitas atmosfer juga terpantau cukup kuat. Kondisi ini mendukung proses konvektif yang dapat memicu pertumbuhan awan hujan.
Karena itu, hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari.
Hujan tersebut juga berpotensi disertai petir dan angin kencang dengan durasi singkat serta bersifat lokal.
Potensi hujan mencakup banyak wilayah di Sumatera Utara.
Wilayah yang disebut berpotensi mengalami kondisi tersebut meliputi Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, Kabupaten Serdang Bedagai, Kabupaten Asahan, Kabupaten Batubara, Kabupaten Labuhanbatu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, dan Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
Potensi hujan juga mencakup Kabupaten Pakpak Bharat, Dairi, Karo, Humbang Hasundutan, Simalungun, Kota Pematang Siantar, Toba, Samosir, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, Tapanuli Utara, Mandailing Natal, Kota Gunungsitoli, Nias, Nias Selatan, Nias Utara, dan Nias Barat.
Dengan kondisi atmosfer yang masih mendukung pembentukan awan hujan, masyarakat diminta tidak mengabaikan perubahan cuaca yang terjadi selama sepekan ke depan.
Berdasarkan faktor atmosfer tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan mengambil langkah antisipatif agar aktivitas sehari-hari tetap dapat berlangsung dengan aman dan lancar.
Masyarakat juga diminta selalu merujuk pada informasi resmi BMKG dan tidak mudah mempercayai informasi cuaca yang berasal dari sumber tidak resmi.
Para kepala daerah turut diimbau berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri di wilayah masing-masing. Koordinasi diperlukan untuk terus mengikuti informasi yang disampaikan oleh Balai Besar MKG Wilayah I Medan melalui media sosial @infobmkgsumut.
Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan informasi Balai Besar MKG Wilayah I Medan melalui call center 082168043653 atau email bbmkg1@bmkg.go.id.
Prospek cuaca ini disampaikan di Medan pada 14 September 2026 oleh Tim Meteorology Early Warning System sebagai bahan perhatian dan kesiapsiagaan bersama menghadapi potensi hujan di Sumatera Utara hingga 21 September 2026. (Mons)

