MEDAN, PILAR MERDEKA – Dahar Sanggu menghadirkan pengalaman kuliner berbeda bagi masyarakat Kota Medan. Restoran keluarga yang mengusung konsep ala prasmanan dengan cita rasa khas Nusantara ini menawarkan harga kaki lima mulai Rp5 ribuan dengan suasana tradisional.
Dahar Sanggu berlokasi di belakang Halte Bus Listrik, Komplek Perumahan J-City, Jalan Karya Wisata, Medan Johor, Kota Medan. Sejak memasuki kawasan restoran, pengunjung langsung disambut bangunan beratap rumbia dengan dekorasi bambu yang mendominasi hampir seluruh sudut ruangan.
Di Dahar Sanggu menyediakan area makan indoor ruang ber-Ac dan area outdoor yang didesain menyerupai “hutan kota”. Di sekitarnya banyak pepohonan rindang.
Material alami seperti bambu, atap rumbia, serta lampu gantung berbahan anyaman menciptakan suasana hangat, tenang, dan estetik. Beberapa barang antik, termasuk sepeda onthel, turut dipajang untuk memperkuat nuansa tradisional dan klasik.

Selasa malam (30/6), ketika hujan mengguyur Kota Medan, Nina bersama keluarganya yang datang dari Mandailing Natal (Madina) memilih berkunjung ke Dahar Sanggu untuk menikmati aneka hidangan khas Sunda dan lainnya.
Begitu memasuki area prasmanan, mereka melihat berbagai lauk telah tersusun rapi sejajar dengan meja kasir. Setiap menu dilengkapi dengan nama makanan dan harga sehingga memudahkan pengunjung menentukan pilihan.
Di tengah suasana yang tenang, alunan lagu Sunda Mojang Priangan terdengar mengalun lembut, menambah kesan hangat selama memilih makanan.
Satu per satu menu mulai diperhatikan Nina dan keluarganya. Beragam pilihan tersedia, mulai dari tempe bacem, cumi hitam, kikil, telur dadar, telur bulat, udang tauco, ayam semur, aneka sambal, ayam bakar Sunda, lele goreng hingga berbagai lauk lainnya.
Tidak lama kemudian, seorang pelayan menyapa mereka dengan ramah.
“Bu, berapa orang yang makan, mau nasi liwet atau nasi putih?” tanya pelayan.
“Nasi putihnya untuk enam orang,” jawab Nina.

Di sudut counter telah tersedia beberapa talam yang digunakan untuk membawa pilihan makanan. Nina kemudian memilih ayam bakar Sunda, sementara Intan memilih udang tauco, Kayla memilih cumi hitam. Anggota keluarga lainnya bebas menentukan lauk sesuai selera masing-masing.
Setelah seluruh pilihan makanan diletakkan di atas talam, pengunjung langsung menuju kasir untuk melakukan pembayaran. Dahar Sanggu menyediakan pilihan pembayaran menggunakan uang tunai maupun QRIS. Sesudah itu, pengunjung bebas memilih tempat makan yang diinginkan.
Karena hujan masih turun, Nina bersama keluarganya memilih menikmati hidangan di ruang indoor yang dilengkapi pendingin udara.
Nasi putih yang disajikan tampil sederhana namun menggugah selera. Di atas nasi terdapat taburan bawang goreng dan pelengkap sayuran. Tidak lama kemudian, pelayan yang mengenakan seragam batik datang mengantarkan minuman ke meja mereka.
Suasana hangat keluarga semakin terasa ketika mereka mulai menikmati hidangan.
Suap demi suap ayam bakar Sunda dinikmati Nina. Di sela-sela makan, ia spontan mengungkapkan kesannya.
“Lumayan enak rasa ayam bakar Sunda ini, dagingnya lembut saat dikunyah dan harganya juga ekonomis,” ujarnya.
Selain menghadirkan suasana tradisional, konsep ala prasmanan menjadi daya tarik tersendiri di Dahar Sanggu. Pengunjung dapat memilih sendiri menu dan porsi sesuai selera. Konsep ini dinilai praktis, cepat, serta mampu melayani banyak tamu dalam waktu bersamaan.
Restoran ala Sunda ini juga dirancang ramah keluarga. Di sekitar Dahar Sanggu menyediakan area bermain anak (playground), fasilitas karaoke, serta hiburan live musik sehingga dapat dinikmati oleh seluruh pengunjung.
Menurut Novi, salah seorang pelayan di Dahar Sanggu, menu favorit pelanggan di restoran tersebut adalah cumi hitam dan kikil. Sementara untuk hidangan penutup, Mango Sago menjadi dessert yang paling banyak diminati pengunjung. (Monang Sitohang)

