NAMORAMBE, PILAR MERDEKA – Peringatan Hari Lahir Pancasila di SMA Negeri (SMAN) 1 Namorambe berlangsung penuh semangat dan kebersamaan. Tidak hanya menggelar upacara bendera, sekolah juga menyelenggarakan berbagai perlombaan yang terasa lebih meriah.
Hari Lahir Pancasila diperingati di lapangan SMAN 1 Namorambe yang berada di Desa Sarang Tungir, Kecamatan Namorambe, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (1/6/2026).
Hari Lahir Pancasila diawali dengan upacara bendera yang berlangsung khidmat. Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Peltu Nasmun Telambenua dari Koramil 0201-14/Pancur Batu yang bertindak sebagai pembina upacara.
Seluruh guru, tenaga kependidikan, siswa-siswi, serta tamu undangan mengikuti jalannya upacara dengan tertib.
Ketua OSIS SMAN 1 Namorambe, Edelfrantus F Hasugian, mengatakan peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini terasa jauh lebih meriah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Tahun ini peringatan Hari Lahir Pancasila terasa lebih meriah karena selain upacara, juga diselenggarakan berbagai kegiatan lomba atas inisiatif pihak sekolah. Kehadiran para tamu undangan juga menambah semarak acara,” ujar Edelfrantus di lokasi kegiatan.
Bagi Edelfrantus yang juga merupakan anggota Paskibraka Kecamatan Namorambe, Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremoni tahunan. Momentum ini menjadi pengingat bagi generasi muda untuk terus menerapkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menegaskan bahwa kedisiplinan menjadi salah satu bentuk nyata pengamalan nilai Pancasila yang harus terus ditanamkan kepada para pelajar.
“Peringatan ini mengingatkan kita untuk terus meningkatkan kedisiplinan dan menjadi pribadi yang lebih baik,” katanya.
SMAN 1 Namorambe juga menghadirkan berbagai perlombaan sebagai bagian dari rangkaian peringatan. Kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan ruang bagi siswa dalam menyalurkan kreativitas sekaligus mengembangkan bakat yang dimiliki.
Plt Kepala SMAN 1 Namorambe, Jenni AV Br Limbeng, menjelaskan bahwa sekolah sengaja menghadirkan suasana yang lebih segar melalui berbagai kompetisi yang melibatkan para siswa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan ruang bagi siswa untuk mengekspresikan bakat mereka sekaligus menumbuhkan rasa cinta terhadap lagu-lagu nasional dan budaya daerah,” ujar Jenni.
Lomba menyanyi solo menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian peserta dan tamu undangan. Dalam perlombaan tersebut, setiap peserta diwajibkan membawakan dua jenis lagu, yakni satu lagu nasional dan satu lagu pop daerah.
Konsep ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kemampuan bernyanyi, tetapi juga sarana untuk menanamkan rasa cinta tanah air serta memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal. (Mons)

