PILAR MERDEKA – Transformasi digital kembali mengubah wajah layanan penyeberangan di Indonesia. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi memberlakukan sistem pembelian tiket sepenuhnya secara daring di lintasan Pelabuhan Ulee Lheue – Pelabuhan Balohan.
Kebijakan ini mulai berlaku sejak 1 April 2026 dan menjadi tonggak penting dalam modernisasi transportasi laut nasional.
Tiket online wajib ini mengharuskan seluruh pengguna jasa membeli tiket melalui platform digital Ferizy di situs trip.ferizy.com. Langkah ini bukan sekadar perubahan teknis, tetapi sebuah upaya besar untuk menghadirkan sistem perjalanan yang lebih tertib, aman, dan modern.
Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa kebijakan ini membawa dampak luas. Ia menjelaskan bahwa sistem digital membuat proses reservasi menjadi lebih transparan dan membantu pengaturan kapasitas kapal secara lebih akurat.
“Tiket online penuh memberikan kemudahan dalam merencanakan perjalanan sekaligus memastikan keselamatan dan kenyamanan melalui data manifest yang lebih akurat,” ujarnya, yang dilansir Pilar Merdeka.Com dari kabar bumn.id, Senin (4/5).
Tiket online wajib juga diyakini mampu mengurangi antrean panjang yang selama ini kerap terjadi di pelabuhan. Kepala UPTD Wilayah I Pelabuhan Ulee Lheue, Husaini, menyebut sistem ini memberi kepastian jadwal bahkan sebelum penumpang tiba di lokasi.
Namun di balik perubahan besar ini, ASDP tidak melupakan sisi kemanusiaan. Masa transisi menuju sistem digital penuh dilakukan dengan pendekatan humanis. Sosialisasi digencarkan, dan petugas lapangan disiagakan untuk membantu masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi.
General Manager ASDP Banda Aceh, Andri Setiawan, memastikan pendampingan terus dilakukan. Ia menekankan pentingnya pengisian data identitas secara lengkap demi validitas manifest dan perlindungan asuransi selama perjalanan.
“Kami mengimbau pembelian tiket dilakukan jauh hari agar perjalanan lebih lancar dan data penumpang tercatat dengan baik,” jelasnya.
Lintasan Sabang – Ulee Lheue sendiri merupakan jalur strategis yang dilayani oleh KMP BRR dan KMP Aceh Hebat 2. Dalam periode Januari hingga Maret 2026, tercatat sebanyak 94.445 penumpang dan 44.318 kendaraan telah menyeberang melalui jalur ini. Angka tersebut menunjukkan tingginya mobilitas sekaligus urgensi digitalisasi layanan.
Transformasi digital ASDP bukan hanya tentang efisiensi, tetapi juga tentang keselamatan dan masa depan transportasi. Dengan sistem yang lebih modern, perjalanan diharapkan menjadi lebih tertib, minim risiko, dan memberikan rasa aman bagi setiap penumpang.
Tarif Layanan Ulee Lheue – Balohan
Penumpang:
- Dewasa: Rp35.000
- Bayi: Rp4.200
Kendaraan:
- Gol I: Rp40.000
- Gol II: Rp68.000
- Gol III: Rp145.000
- Gol IV Penumpang: Rp457.000
- Gol IV Barang: Rp349.000
- Gol V Penumpang: Rp985.000
- Gol V Barang: Rp627.000
- Gol VI Penumpang: Rp1.612.000
- Gol VI Barang: Rp934.000
- Gol VII: Rp1.289.000
- Gol VIII: Rp1.704.000
- Gol IX: Rp2.415.000
Transformasi ini menjadi bukti bahwa layanan penyeberangan Indonesia terus bergerak maju. Di tengah kesibukan pelabuhan dan lalu lintas manusia yang tak pernah berhenti, sistem digital hadir membawa harapan: perjalanan yang lebih pasti, lebih aman, dan lebih manusiawi. (Mons)

