BerandaInternasionalSaid Achmad Terpilih Jadi Alumni Ambassador The Hague Academy

Said Achmad Terpilih Jadi Alumni Ambassador The Hague Academy

MEDAN, PILAR MERDEKA – Said Achmad Kabiru Rafiie kembali mengharumkan nama Aceh dan Indonesia. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Teuku Umar (UTU) Meulaboh yang juga saat ini menjabat sebagai Plt sekretaris jurusan bisnis digital ini resmi terpilih sebagai Alumni Ambassador The Hague Academy for Local Governance Belanda untuk wilayah Asia Tenggara.

Penunjukan tersebut dilakukan langsung oleh The Hague Academy for Local Governance, sebuah lembaga internasional bergengsi yang berfokus pada penguatan tata kelola pemerintahan lokal. Kabar membanggakan ini disampaikan Said Achmad Kabiru melalui pesan WhatsApp pada Sabtu, (17/1) kepada Pilar Merdeka.Com.

Dalam keterangannya, Said Achmad menceritakan bahwa proses untuk terlibat dengan The Hague Academy tidaklah mudah. Ia harus melewati tahapan seleksi ketat, salah satunya melalui karya tulis ilmiah (paper) yang menjelaskan tujuan dan rencana pembelajaran di The Hague Academy.

Selain itu, ia juga harus lulus seleksi beasiswa Nuffic, sebuah beasiswa internasional yang pesertanya berasal dari berbagai negara penerima. “Pesertanya dari seluruh negara yang menerima beasiswa Nuffic,” ungkap Said Achmad.

Said
Rapat penentuan ambasador oleh panitia The Hague Academy for Local Governance. (Foto. Screenshot) 
Said
Sertifikat sebagai alumni ambasador dari The Hague Academy for Local Governance Belanda untuk wilayah Asia Tenggara.

Sebelumnya, Said Achmad Kabiru pernah mengikuti short course The Hague Academy for Local Governance pada periode 26 Oktober hingga 9 November 2019 dan 2023. Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan akademik dan profesionalnya di bidang tata kelola pemerintahan.

The Hague Academy for Local Governance sendiri merupakan lembaga yang didirikan oleh perwakilan pemerintah daerah kabupaten dan kota di Belanda. Setiap wilayah dunia hanya memilih satu alumni ambassador untuk mewakili kawasan masing-masing, termasuk Asia Tenggara.

Sebagai Alumni Ambassador Asia Tenggara, Said Achmad memegang peran strategis. Ia menjadi penghubung antara The Hague Academy for Local Governance Belanda dengan para pemangku kepentingan, termasuk para alumni di kawasan Asia Tenggara.

BACA JUGA  Puncak Haji, untuk Keselamatan, Jemaah Agar Patuhi Waktu Lontar Jumrah

Tugas tersebut mencakup membangun kemitraan dan kerja sama internasional, khususnya dalam mendukung penguatan sumber daya manusia serta penguatan kelembagaan pemerintahan.

Said Achmad mengaku penunjukan ini adalah sebuah kepercayaan besar. Ia dipercaya mewakili The Hague Academy untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak serta menyebarkan informasi peluang pelatihan internasional, khususnya pelatihan di Belanda.

Said
Said Achmad Kabiru Rafiie saat di uang kerja Prodi Bisnis Digital Universitas Teuku Umar (UTU), Meulaboh, Aceh. (Dok. Said Achmad) 

Ia juga menjelaskan bahwa biaya mengikuti pelatihan di The Hague Academy secara mandiri cukup besar. “Biaya pelatihan sekitar 3.995 Euro, belum termasuk akomodasi. Namun saat itu saya mengikuti karena mendapatkan beasiswa,” jelasnya.

Belanda memang masih dikenal sebagai pusat pendidikan dunia, termasuk bagi Indonesia. Sejak masa Hindia Belanda, banyak putra bangsa menempuh pendidikan di sana. Bahkan, sebagian tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia pernah mengenyam pendidikan di negeri tersebut.

Hingga kini, tradisi itu terus berlanjut. Kota-kota seperti Leiden, Delft, Amsterdam, dan Den Haag tetap menjadi tujuan studi favorit. Salah satu institusi yang banyak dirujuk untuk bidang administrasi dan tata kelola pemerintahan adalah The Hague Academy for Local Governance.

The Hague Academy for Local Governance (THALG) merupakan organisasi nirlaba yang fokus pada penguatan demokrasi lokal secara global. Lembaga ini menyediakan pelatihan praktis, studi banding, serta program pengembangan kapasitas bagi para profesional pemerintahan dan pembangunan.

Melalui program-programnya, THALG bertujuan meningkatkan kemampuan pemimpin lokal dalam menciptakan tata kelola pemerintahan yang transparan, efektif, inklusif, dan akuntabel, baik melalui pelatihan di Belanda maupun di berbagai negara lain.

Terpilihnya Said Achmad Kabiru Rafiie sebagai Alumni Ambassador Asia Tenggara menjadi bukti bahwa akademisi daerah mampu berperan di level internasional, sekaligus membuka jalan bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia dan tata kelola pemerintahan di kawasan Asia Tenggara. (Monang Sitohang)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH