MEDAN, PILAR MERDEKA – “Peu haba…?” “Udah ngupi belom?”demikian kalimat yang tertulis di bagian atas bangunan pintu masuk warung kopi (Warkop) Raya, di Jalan Sunggal Pekan, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan.
Kalimat berbahasa Aceh itu guna menyambut kedatangan, menyapa para pengunjung dan pelanggan setia Warkop Raya.
Kebetulan di Minggu sore (20/7), para pemilik media online dan pemegang informasi dan teknologi (IT), berkumpul di Warkop Raya.
Tujuannya sudah tentu untuk belajar memahami dari berbagai instrumen program-program aplikasi di media online serta membahas perkembangan media online saat ini.
Fuad Chaidir Rosa, tim IT sekaligus instruktur yang datang dari Kota Binjai memberikan pelajaran-pelajaran yang berharga bagi para pemilik media online. Agar menggunakan aplikasi dan bahasa pemrograman di media online dengan tepat dan benar.

Di Warkop Raya menjadi tempat yang ideal bagi para pemilik media online untuk belajar tentang aplikasi media online dengan dipandu oleh Pak Fuad, instruktur IT yang ramah dan berpengalaman, dalam suasana yang santai dan serius
Pemilik media yang ikut bimbingan kursus belajar aplikasi dan teknik-teknik pemrograman media online dari Fuad terdiri dari Monang Sitohang (www.pilarmerdeka.com), Hery Buha Manalu (www.kopitimes.id), Maha Rajagukguk www.auraindonesia.id) dan Rosdyana Hutagalung (Pemred Detektif Monitor)
Para pemilik media yang mengikuti kursus, bimbingan dan pelatihan tampak masing-masing membawa laptop. “Pembaca media online harus banyak. Semakin banyak pembaca media online itu semakin baik,” tegas Fuad.
Soal memasukan iklan ke media, ujar Fuad, terlebih dahulu daftar google Adsense, kemudian untuk penghasilan itu tergantung pembaca misalkan satu hari sampai 500-1000 pembaca di media masing-masing, itu pun tergantung berita yang ditayang. Makanya kalau tayang konten kalau bisa cari yang viral,” ujarnya lagi.
“Saya full membantu teman-teman pemilik media online. Saya siap membantu media online yang ingin maju. Saya tidak menerima bayaran pun saya mau. Pemilik media online yang saya IT nya akan saya bimbing. Media onlinenya harus maju dan berkembang,” tegas Fuad.
Di tengah kesibukan belajar tentang tautan dan teknik memasang iklan di media online, para pemilik media online juga menikmati suasana santai di Warkop Raya dengan menyantap berbagai menu lezat, seperti ubi goreng, pisang goreng dengan saus sambal, sate kacang, kelapa muda, teh manis, kopi, dan teh jahe.
Angin yang berhembus kencang membuat rambut para pengunjung terurai-urai dan baju pun bergoyang-goyang. Hembusan angin sepoi-sepoi terkesan menambah suasana pedesaan di Warkop Raya.
“Waduh..waduh..segar kali angin ini. Luar biasa segarnya,” ujar Pemred Koran Detektif Monitor Rosdyana Hutagalung yang hadir Warkop Raya guna mengikuti kegiatan kursus, belajar serius dan santai dari Fuad
Angin sepoi-sepoi yang berhembus, ujar Rosdyana, membuat tubuh dan badan terasa segar.

Kemudian, ada yang menarik untuk diamati saat santai, rileks di penghujung akhir pekan di ruangan Warkop Raya. Tatkala berada di Warkop Raya ada hiasan sepeda ontel terpampang di dinding.
Selain itu para pengunjung dapat menikmati pemandangan Sungai Belawan, Sunggal serta pepohonan yang kini masih asri dan indah di pandang mata.
Uniknya lagi, saat berada di area ruangan paling belakang di Warkop Raya. Para pengunjung acap kali berswafoto dengan latar belakang instalasi pengolahan air minum (IPAM) Tirtanadi Sunggal, sungai Belawan.
Bendungan IPAM Tirtanadi Sunggal, sungai Belawan dan air yang jatuh dari bendungan mengalir ke sungai menjadi pemandangan yang menarik jika di lihat dari kejauhan.
Semilir angin yang berhembus sepoi-sepoi, pemandangan pepohonan di sisi pinggiran dan belakang sungai Belawan serta bendungan IPAL Tirtanadi, sungai Belawan, suatu sensasi yang menarik, rileks dan santai di Warkop Raya. (Fajaruddin Adam Batubara)

