BerandaDaerah7000 Pohon Kopi, Harapan Baru di Bukit Citamiang

7000 Pohon Kopi, Harapan Baru di Bukit Citamiang

BOGOR, PILAR MERDEKA – 7.000 pohon kopi Arabika di Bukit Citamiang menjadi tujuan perjalanan lima orang pencinta tanaman yang tergabung dalam Team Zeger, Minggu, (15/2), tepat pukul 13.00 WIB. Di saat sebagian warga memilih beristirahat, mereka justru memanaskan mesin sepeda motor dan bersiap menembus jalur Puncak menuju kawasan dataran tinggi di Cisarua, Kabupaten Bogor.

Perjalanan dimulai dari Kota Bogor. Tiga sepeda motor melaju membawa Yonathan Nugraha selaku ketua tim, bersama Hafid, Arya Satya, Akbar Mardhika Nugraha, dan Ahmad Dani. Tujuan mereka jelas dan terukur, yakni menyurvei perkebunan kopi seluas 15 hektare yang dikabarkan akan dilepas oleh pemiliknya.

7.000 pohon kopi Arabika yang tumbuh di lahan tersebut menjadi daya tarik utama. Informasi yang mereka terima menyebutkan bahwa seluruh tanaman merupakan jenis Arabika. Jenis kopi ini dikenal luas oleh para penikmat kopi Nusantara karena karakter rasanya yang khas.

Sekitar 15 tahun lalu, kopi dari dataran tinggi utara Kabupaten Bogor pernah mencatat prestasi dalam kontestasi kopi nasional di Aceh. Nama Kopi Bogor sempat mendapat perhatian dan simpati pecinta kopi Tanah Air. Fakta itu menjadi latar belakang yang memperkuat keyakinan tim bahwa kawasan ini memiliki potensi.

Pohon
Di pohon kopi arabika, terlihat jelas biji-biji kopi yang masih hijau. (Foto. Agus Oyenk)

Perjalanan menuju Bukit Citamiang tidak sepenuhnya lancar. Jalur Puncak pada hari libur dipadati kendaraan. Motor yang mereka kendarai harus bergerak perlahan menyusuri antrean panjang. Kemacetan menjadi ujian pertama sebelum mencapai lokasi.

Setelah sekitar satu jam perjalanan, udara sejuk mulai terasa. Tim memasuki kawasan Bukit Citamiang yang berada di ketinggian kurang lebih 1.000 meter di atas permukaan laut. Deretan pohon pinus berdiri rapi di sisi jalan. Hamparan kebun teh menghijau membentang luas.

BACA JUGA  Partai Demokrat Kota Medan Gelar Konsolidasi dan Diklat

Kawasan ini memang dikenal sebagai salah satu titik wisata di Cisarua. Banyak kafe, restoran, penginapan, dan tempat rekreasi berdiri di sepanjang jalur tersebut. Wisatawan, terutama dari Jakarta, kerap memadati wilayah ini pada akhir pekan untuk mencari udara segar dan suasana tenang.

Setibanya di gerbang kebun, Team Zeger terlebih dahulu meminta izin kepada penjaga. Dari pintu masuk menuju area utama perkebunan, jalan menanjak cukup jauh. Kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka.

Begitu tiba di area kebun, kelima anggota tim langsung menyebar untuk melakukan pengamatan. Barisan tanaman kopi terlihat tertata rapi. Daun-daunnya hijau dan tampak sehat. Beberapa pohon sudah berbuah. Butiran kopi berwarna merah menggantung di antara dedaunan, kontras dengan kabut tipis yang perlahan turun.

Diskusi berlangsung di tengah kebun. Mereka menghitung potensi, memperkirakan proses panen, dan membayangkan kualitas hasil yang mungkin dihasilkan dari lahan seluas 15 hektare tersebut. Hampir satu jam mereka berkeliling, namun waktu terasa berjalan cepat.

Menjelang sore, kabut turun semakin tebal. Angin bertiup lebih dingin. Kondisi alam memberi tanda bahwa hari mulai berganti. Team Zeger memutuskan untuk kembali ke Kota Bogor.

Perjalanan ke Bukit Citamiang bukan sekadar survei lahan. Bagi Team Zeger, kunjungan itu menjadi langkah awal untuk membaca peluang dari 7.000 pohon Arabika yang tumbuh di dataran tinggi Cisarua. Di tengah kemacetan dan rutinitas kota, mereka menemukan harapan yang tumbuh perlahan di antara kabut perbukitan. (Agus Oyenk)

Google

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

- Advertisment -

DAERAH