PILAR MERDEKA – Indonesia bukan sekadar jantung Segitiga Terumbu Karang Dunia. Bagi pencinta scuba diving, Indonesia adalah surga dunia.
Sebab, perairannya menjadi rumah bagi beragam spesies laut endemik yang tak ditemukan di tempat lain. Berikut tiga spesies laut endemik legendaris yang hanya bisa Anda saksikan di habitat aslinya di Indonesia.
1. Hiu Berjalan (Walking Shark – Hemiscyllium spp)
Bayangkan seekor hiu kecil yang tidak berenang, melainkan berjalan anggun di atas terumbu karang. Itulah Hiu Berjalan, keajaiban evolusi yang menjadi primadona night dive di Indonesia timur.
Berbeda dengan hiu pada umumnya, predator endemik ini menggunakan sirip dada dan sirip panggulnya layaknya kaki untuk merayap di dasar laut mencari krustasea. Hewan nokturnal ini hanya bisa disaksikan saat penyelaman malam.
Untuk menyaksikannya, Anda bisa menyelam di Raja Ampat (Hemiscyllium freycineti), Halmahera Barat (Hemiscyllium halmahera), hingga Teluk Cendrawasih.
2. Psychedelic Frogfish (Histiophryne psychedelica)
Bagi komunitas penyelam global, spesies ini adalah legenda hidup. Psychedelic Frogfish merupakan salah satu ikan paling langka dan paling dicari di bumi. Tubuhnya tanpa sisik, dilapisi kulit tebal dengan pola pusaran merah muda, kuning, dan putih menyerupai sidik jari.
Wajahnya datar dengan mata menghadap ke depan. Karena tidak pandai berenang, ia bergerak dengan melompat atau menyemburkan air dari insang untuk mendorong tubuhnya di atas pasir.
Bagi pecinta macro diving dan fotografi bawah laut, ikan ini adalah Holy Grail. Sifat endemiknya sangat ekstrem dan hanya bisa ditemukan lewat muck diving di situs tertentu di Ambon, Maluku. Menemukannya butuh kejelian tinggi dan bantuan dive guide lokal berpengalaman.
3. Banggai Cardinalfish (Pterapogon kauderni)
Jika Anda menyukai penyelaman tenang di perairan dangkal yang terlindung, Banggai Cardinalfish akan memikat Anda. Ikan ikonik Indonesia berukuran sekitar 8 sentimeter ini memiliki estetika memukau, tubuh perak dihiasi garis hitam vertikal tegas serta bintik putih berkilau di siripnya yang panjang dan anggun.
Ikan ini tidak menyukai arus kuat. Ia memilih hidup damai dengan berlindung di antara tentakel anemon atau duri bulu babi yang menjadi benteng alami dari predator.
Hal paling menarik adalah perilakunya. Spesies ini adalah _mouthbrooder_, di mana pejantan mengerami telur di dalam mulut selama berminggu-minggu. Selama periode itu, sang jantan rela berpuasa demi memastikan keturunannya menetas aman.
Sesuai namanya, habitat asli terbaik untuk melihatnya dalam jumlah besar adalah Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah. Akibat introduksi, koloninya kini juga bisa dijumpai di destinasi makro terkenal seperti Selat Lembeh, Sulawesi Utara.
Melihat foto atau videonya di layar ponsel tak akan pernah menandingi sensasi magis saat berbagi gelembung udara bersama mereka di bawah laut. Keberadaan spesies endemik ini menjadi bukti kayanya biodiversitas Indonesia sekaligus pengingat pentingnya menjaga kelestarian terumbu karang. (Mons-sumber kemenpar.go.id)

