PILAR MERDEKA – Berwisata ke kawasan Adat Baduy kini semakin mudah dan terjangkau. DAMRI resmi menghadirkan layanan angkutan perintis rute Serang–Ciboleger dengan tarif promo mulai Rp1 selama Mei 2026.
Program ini langsung menarik perhatian wisatawan yang ingin menikmati suasana alam dan budaya khas pedalaman Banten tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Perjalanan menuju Baduy yang selama ini identik dengan akses terbatas, kini terasa lebih praktis dan nyaman menggunakan transportasi umum.
Promo DAMRI tarif Rp1 tersebut hanya berlaku setiap Sabtu dan Minggu sepanjang Mei 2026. Namun, ada syarat yang wajib dipenuhi penumpang. Pembayaran harus menggunakan QRIS atau QRIS Tap. Selain itu, kuota penumpang sangat terbatas, hanya tersedia untuk 30 orang dalam setiap perjalanan.
DAMRI menghadirkan program ini bukan hanya untuk mendukung wisata hemat, tetapi juga mendorong masyarakat semakin akrab dengan transaksi digital. Langkah tersebut menjadi bagian dari modernisasi layanan transportasi umum yang kini semakin menyesuaikan kebutuhan masyarakat.
Bus DAMRI menuju Baduy dijadwalkan berangkat dari Terminal Pakupatan, Serang, pada Jam 05.30 WIB. Sementara perjalanan kembali dari Terminal Ciboleger dimulai Jam 11.30 WIB.
Bagi wisatawan yang tidak kebagian promo akhir pekan, layanan tetap tersedia pada hari biasa dengan tarif normal Rp15.000 per penumpang. Jadwal keberangkatan juga tetap sama sehingga masyarakat masih bisa menikmati perjalanan dengan biaya yang cukup terjangkau.
Rute Serang–Ciboleger menjadi akses utama menuju kawasan Baduy Dalam dan Baduy Luar. Kehadiran layanan ini membuka peluang lebih besar bagi wisatawan luar daerah untuk mengenal kehidupan masyarakat adat yang selama ini dikenal menjaga tradisi dan kesederhanaan hidup.
Perjalanan menuju kawasan Baduy juga menawarkan pengalaman berbeda. Wisatawan dapat menikmati suasana alam yang tenang, udara sejuk, hingga kehidupan masyarakat lokal yang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan. Nuansa inilah yang membuat kawasan Baduy tetap menjadi salah satu destinasi budaya favorit di Indonesia.
Selain menuju Baduy, jalur perjalanan ini juga terhubung dengan sejumlah destinasi wisata lain di Banten. Wisatawan dapat mengunjungi Museum Multatuli, Yasmin Farm, hingga Kampung Eduwisata Landeuh.
Kehadiran transportasi umum ini membuat perjalanan wisata semakin praktis karena masyarakat tidak perlu membawa kendaraan pribadi. Dengan biaya murah dan akses yang semakin mudah, wisata budaya kini bisa dinikmati lebih banyak kalangan.
Melalui layanan baru ini, DAMRI berharap transportasi umum dapat menjadi pilihan utama masyarakat saat musim liburan maupun long weekend. Di sisi lain, langkah ini juga menjadi dukungan nyata bagi pengembangan pariwisata lokal, khususnya kawasan adat Baduy sebagai salah satu destinasi budaya unggulan di Provinsi Banten. (Mons)

