MEDAN, PILAR MERDEKA – Minuman sahur sering dianggap sepele, padahal pilihan yang keliru bisa membuat puasa terasa berat sejak siang hari. Rasa haus yang datang terlalu cepat, tubuh lemas, hingga tidak fokus beraktivitas kerap berawal dari minuman yang dikonsumsi saat sahur.
Minuman sahur yang salah tanpa disadari dapat mengganggu keseimbangan cairan tubuh. Ahli gizi mengingatkan bahwa tidak semua minuman aman dikonsumsi saat sahur karena sebagian justru meningkatkan pengeluaran cairan tubuh dan memicu dehidrasi selama berpuasa.
Saat fajar menyingsing, banyak orang memilih minuman manis atau segar tanpa mempertimbangkan dampaknya. Padahal, di balik rasa nikmat itu, ada risiko haus berlebih yang menghantui hingga waktu berbuka.
Seperti minuman manis berlebihan. Minuman manis berlebihan seperti sirup, minuman kemasan, dan minuman bersoda mengandung kadar gula tinggi. Gula ini dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat.
Akibatnya, proses penyerapan cairan dalam tubuh menjadi kurang optimal. Tubuh pun lebih mudah merasa haus meski baru beberapa jam berpuasa.
Kemudian, minuman bersoda. Minuman ini tidak hanya tinggi gula, tetapi juga mengandung karbonasi. Kandungan ini dapat menyebabkan perut kembung dan rasa tidak nyaman.
Kondisi tersebut mengganggu pencernaan dan membuat tubuh terasa lebih cepat haus selama menjalani puasa.
Minuman tinggi garam. Minuman yang satu ini dapat tingkatkan risiko dehidrasi, seperti kuah instan atau minuman elektrolit dengan kandungan natrium tinggi, juga sebaiknya dibatasi saat sahur.
Garam menarik cairan dari dalam sel tubuh. Hal ini meningkatkan rasa haus berlebihan dan memperbesar risiko dehidrasi di siang hari.
Minuman Berkafein, minuman ini mempercepat kehilangan cairan, seperti kopi, teh hitam, dan minuman berenergi bersifat diuretik. Zat ini merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil.
Akibatnya, cairan tubuh berkurang lebih cepat dan tubuh terasa lemas saat puasa belum lama berjalan.
Dan minuman dingin yang berlebihan dapat memicu kontraksi lambung dan memperlambat proses pencernaan. Kondisi ini membuat tubuh tidak menyerap cairan secara optimal dan menimbulkan rasa tidak nyaman selama berpuasa.
Di tengah berbagai pilihan minuman, air putih tetap menjadi pilihan terbaik saat sahur. Air membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh tanpa efek samping.
Selain air putih, air kelapa alami, susu rendah lemak, dan jus buah tanpa gula tambahan dapat menjadi alternatif untuk membantu tubuh tetap terhidrasi.
Dengan memilih minuman sahur yang tepat, puasa dapat dijalani dengan lebih nyaman. Tubuh tetap segar, rasa haus dapat dikendalikan, dan risiko dehidrasi selama berpuasa bisa diminimalkan. (Mons)

