BerandaBudayaZiarah, Rutinitas Tahunan Menjelang Ramadhan

Ziarah, Rutinitas Tahunan Menjelang Ramadhan

DELI SERDANG, PILAR MERDEKA – Diperkirakan lima – enam hari ke depan, umat muslim sedunia akan menunaikan ibadah puasa hari pertama di Bulan Suci Ramadhan. Menjelang Ramadhan, berziarah merupakan rutinitas tahunan bagi pemeluk Islam.

Kehadiran siklus Ramadhan setiap tahun disambut dengan riang gembira, bagaikan menyambut tamu yang agung, diistimewakan oleh si tuan rumah. Berbagai persiapan pun dilakukan sebagai bentuk rasa gembira.

Ada sejumlah adat dan tradisi yang dilakukan oleh masyarakat di dunia, seperti di India dan Pakistan mereka bernyanyi dan menari gembira dengan lantunan shalawat kepada Rasulullah, sembari meminum sajian Tamar Hindi, sejenis Bandrek di Indonesia.

Sedangkan di Indonesia, khususnya Sumatera Utara, ada istilah “Marpangir” mandi air rebusan Daun Pandan dan Jeruk Purut yang dilakukan oleh masyarakat Melayu dan Mandailing. Di tempat lain ada juga tradisi kenduri makan bersama “Punggahan”, selanjutnya saling bermaaf-maafan.

Berziarah ke makam menjelang Ramadhan, secara umum khususon dilakukan untuk keluarga kandung atau segaris keturunan yang masih dekat adalah termasuk tradisi bagi sebagian besar muslim di tanah air.

Seperti di areal pemakaman umum Desa Sambirejo Timur, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang pada Sabtu (2/3) sudah terlihat ramai masyarakat berziarah. Pemakaman yang berada di sebelah Timur Jalan Makmur Pasar 7 persis dibantaran sungai.

Sukardi sebagai juru kunci di tempat pemakaman umum (TPU) di Desa Sambirejo Timur. Sejak Oktober 2015 lalu masyarakat telah memberi kepercayaan untuk merawat TPU itu. “Biasanya paling ramai dan padat empat hari menjelang puasa,” ujar Sukardi (50 tahun) selaku juru kunci makam kepada awak media ini.

Dilanjut Sukardi, di sini sudah padat jadi sebagian sudah dibuat areal pemakaman yang baru di Jalan Rahayu Pasar 6, ini untuk warga Desa Sambirejo Timur.

“Sementara ahli musibah meminta dimakamkan dilokasi agar tidak berjauhan, dengan cara ditimpa dengan makam keluarga yang sudah lama, itupun kita harus meminta izin sama keluarganya dengan kondisi liang kubur yang penuh dengan air,” jelas Sukardi, ayah empat orang anak itu.

Ziarah
Anak-anak sedang berjualan bunga (kembang) untuk berziarah di TPU Desa Sambirejo. (Foto. Budi Sudarman)

Dalam pantauan awak media ini, para pedagang Bunga Tabur Ziarah pun sudah terlihat mulai menjajakan dagangannya, dengan harga per bungkusnya Rp. 5000, isinya ada irisan daun Pandan, Bunga Mawar, Bunga Cempaka, Bunga Bougenville dan Bunga Soka Merah.

Sementara terlihat kondisi TPU Desa Sambirejo Timur ini setiap harinya bersih, apalagi menjelang Ramadhan yang penuh berkah ini.

“Memang ada honor dari Dinas Sosial Pemkab Deli Serdang per 3 bulannya dan sedekah dari pihak STM atau keluarga ahli musibah, yang penting ikhlas hati berbuat amal kebajikan,” pungkas Kardi.

Dengan melakukan ziarah kubur tentu akan mengingatkan manusia bahwa kehidupan di dunia ini sifatnya hanyalah sementara. Sesungguhnya kehidupan yang kekal abadi adalah kehidupan di akhirat nanti. (Budi Sudarman)

ONLINE TV NUSANTARA
Klik Play Untuk Menyaksikan Online TV Nusantara

Iklan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisment -
Google search engine

Most Popular

Recent Comments